Aimee tak menginginkan sesuatu dalam hidupnya. Yang ia miliki hanya kasih sayang dari Ibunya yang telah tiada. Dia menjalani hidupnya dalam duka kehilangan dan pengabdiannya pada keluarga Aldebaran yang telah membantunya dan Sang Ibu. Tapi semua berubah sejak malam kelulusannya. Stuart, tuan yang selama ini ia rawat, telah menanamkan luka dalam hatinya yang penuh duka.
Cinta itu tumbuh dalam porak-poranda hidup Aimee. Bahkan ketika ia mencoba untuk meraih tangan yang terulur untuknya, lumpur yang menghisapnya pada kesengsaraan semakin menariknya kuat.
Bisakah Aimee meraih tangan itu? Mampukah tangan itu meraih Aimee?
“Apa yang harus kulakukan, agar aku dapat memilikimu, Ai.” Stuart berbisik di depan bibir Aimee, sebelum mencuri satu kecupan darinya.
Penulis tanggung.