Istri saya suka mencemooh saya dan hal ini memicu pertengkaran hebat. Kelihatannya dia ingin saya menceraikannya.
Suami saya suka mengkritik saya karena badan saya yang gemuk setelah melahirkan. Hal ini membuat saya stres dan makan lebih banyak.
Saya kecewa kenapa Allah membiarkan musibah menimpa saya. Saya juga marah karena Dia tidak pernah menjawab doa-doa saya.
Anak saya suka memberontak.
Saya takut menjalani hubungan yang lebih mendalam dengan pacar saya. Ada sesuatu yang saya sembunyikan.
Saya tidak ingin menjadi seperti ayah atau ibu saya dan tidak ingin menikah dengan orang yang berkarakter seperti mereka.
Jangan putus asa. Masih ada jalan keluar. Buku inilah jawabannya. Berdasarkan pengalamannya menangani ratusan konseli selama puluhan tahun di berbagai negara termasuk Indonesia, ThomasJ. Sappington menyingkapkan bahwa rusaknya hubungan kita dengan sesama dan Allah serta buruknya persepsi kita mengenai diri sendiri sebagian besar disebabkan oleh penghakiman tidak alkitabiah yang mengakar kuat dalam diri kita. Penghakiman ini memberikan akses kepada lblis untuk membuat kita tidak mampu mengasihidiri sendiri, sesama dan Allah, dan menerima kasih dari mereka. Akibatnya kehidupan sosial dan rohani kita semakin merosot dan berkat Allah tidak pernah mengalir dalam hidup kita.
Kita akan menemukan cara untuk mematahkan roh penghakiman dalam hidup kita serta mengampuni diri sendiri dan orang yang telah menyakiti kita. Kita juga dapat menolong orang lain untuk mengalami kebebasan seperti yang telah kita terima.
Untuk sampai ke tahap tersebut kita perlu mempelajari topik-topik ini:
Penilaian alkitabiah vs penghakiman yang tidak alkitabiah .
Tipe-tipe penghakiman yang tidak alkitabiah
Faktor-falktor penyebab munculnya penghakiman tidak alkitabiah
Proses pembentukan penghakiman yang tidak alkitabiah Dampak dari penghakiman yang tidak alkitabiah Kisah kesaksian orang-orang yang menjalani pelayanan pelepasan dari roh penghakiman.
Thomas J. Sappington dilahirkan pada 12 Oktober 1957 di Brawley, California, USA. Ia mengenal dan menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat pribadinya sewaktu duduk di bangku SMP. Kehidupan rohaninya terus bertumbuh saat ia duduk di bangku SMA kelas Ill melalui program pemuridan yang dilakukan oleh seorang staff member dari Campus Crusade for Christ (CCC).
Saat kuliah untuk mengambil program sarjana, ia terlibat dalam pelayanan CCC di University of California, San Diego (UCSD), khususnya sangat aktif di bidang pemuridan. Ia lulus pada 1979 dengan mendapat gelar B.A. dalam bidang Sosiologi.
Setelah lulus dari UCSD, ia melanjutkan studinya selama setahun (1979-1980) di Fuller Theological Seminary, Pasadena, California. Kemudian, ia pindah ke Trinity Evangelical Divinity School, Deerfield, Illinois, untuk menyelesaikan program M.Div. pada 1982.
Seusai wisuda dari Trinity, ia langsung mengambil program S-3 di University of Toronto, Toronto, Canada (1982). Selama kuliah di sana, ia juga mengambil bagian dalam pelayanan di Knox Presbyterian Church, Toronto. Ia lulus dari University of Toronto pada 1989 dengan menyandang gelar Doctor of Theology (fh.D.) dalam bidang Perjanjian Baru dan Agama Yahudi.
Sejak 1987 ia kembali ke Amerika Serikat karena terpanggil untuk menggembalakan Westminster Bible Church (WBC) di Bowling Green, Kentucky. Pak Tom, demikian panggilan akrabnya, mengucap syukur kepada Tuhan karena jemaat yang digembalakannya berkembang. Tetapi lebih dari itu, ia bersyukur karena Tuhan memakai pengalamannya agar ia semakin bertumbuh di dalam Kristus.
Setelah empat setengah tahun melayani di WBC, dan setelah melalui pergumulan doa yang panjang, ia menerima panggilan secara khusus agar meninggalkan tanah airnya, negeri Paman Sam, untuk melanjutkan pelayanannya di Indonesia. Pada 1993 PakTom sekeluarga pindah ke Indonesia. Dan setelah belajar bahasa Indonesia, ia pun memulai pelayanannya sebagai dosen tetap di STll, Yogyakarta. Sejak itulah ia mengajar dalam program S-1, S-2 (M.Th.) dan S-3 (D.Min.) di STll Yogyakarta, dan dalam program S-2 (M.A. dalam bidang Misiologi) di STll Jakarta, Medan dan Surabaya. Selain mengajar Perjanjian Baru, ia juga sering mengajar Peperangan Rohani, baik di Sekolah Alkitab maupun di gereja, untuk membekali umat Allah supaya dapat berjalan dalam kemerdekaan di dalam Kristus, dan sungguh-sungguh terbebas dari pengaruh dunia, keinginan daging dan iblis.
Ia menikah dengan Katy pada 15 Desember 1979, dan pasangan ini kini dikaruniai 3 anak: Chris, Joel, dan Amanda.