Perubahan cara peserta didik memperoleh, mengolah, dan memaknai informasi menuntut pembelajaran sejarah bergerak melampaui pola hafalan dan penyampaian materi. Sejarah perlu dihadirkan sebagai ruang intelektual yang memungkinkan peserta didik membaca bukti, mempertanyakan informasi, memahami berbagai perspektif, serta menghubungkan pengalaman masa lalu dengan kehidupan masa kini dan masa depan. Transformasi Pembelajaran Sejarah: Strategi Inovatif Menuju Pembelajaran Bermakna menguraikan gagasan dan strategi untuk membangun pengalaman belajar sejarah yang kritis, kontekstual, aktif, reflektif, dan relevan dengan perkembangan pendidikan abad ke-21. Pembahasan mencakup hakikat pembelajaran sejarah, perubahan paradigma, pengembangan historical thinking, pembelajaran bermakna, strategi inovatif, pemanfaatan teknologi digital, penggunaan sumber sejarah, kearifan lokal, penguatan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran historis, hingga pengembangan asesmen.Teknologi ditempatkan bukan sekadar sebagai perangkat pembelajaran, melainkan sebagai sarana untuk memperluas pengalaman belajar melalui arsip digital, museum virtual, peta digital, digital storytelling, media interaktif, dan berbagai sumber sejarah. Di sisi lain, sejarah lokal membuka ruang bagi peserta didik untuk belajar melalui tradisi, situs, arsip keluarga, tokoh, sejarah maritim, dan warisan budaya yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan memadukan pedagogi, teknologi, sumber sejarah, lingkungan, dan pengalaman peserta didik, buku ini menawarkan perspektif untuk menjadikan pembelajaran sejarah sebagai proses menemukan, menyelidiki, menafsirkan, berdiskusi, dan membangun pemahaman berdasarkan bukti.