Penulis yang lahir di Medan ini mulai menulis ketika duduk di kelas SLTA. Pada saat itu karya-karya penulis berupa cerpen banyak menghiasi media massa seperti Suara Pembaruan, Tabloid Nova, Majalah Mingguan Ria Film (sekarang sudah tutup), Harian Analisa, Harian Sinar Harapan dan harian-harian mingguan Ibu Kota yang penulis sudah lupa namanya. Setelah berkuliah dan bekerja di Jakarta, karena kesibukannya penulis berhenti menulis. Setahun belakangan penulis terpikir untuk menulis fiksi lagi. Bukan Cinta Semusim adalah karya pertama yang dipublikasikan sebagai cerita bersambung di website kompasiana.com. Setelah menyelesaikan Bukan Cinta Semusim, penulis meneruskan menulis novel dengan judul Cinta Berlumur Air Mata. Novel ini sekarang sedang dalam tahap penerbitan dengan salah satu penerbit mayor grup Gramedia di Jakarta. Menulis memberikan kesenangan tersendiri buat penulis, karena setiap pulang dari kantor setiap malam, penulis dapat menyalurkan hobi menulis tersebut, ibarat menulis buku diari. Sekarang ini penulis bekerja di salah satu perusahaan asing ternama di Jakarta dan bertekad untuk terus menuangkan angan-angan dan pikirannya ke dalam bentuk tulisan. Twitter : @rudyey70
Penulis yang lahir di Medan ini mulai menulis ketika duduk di kelas SLTA. Pada saat itu karya-karya penulis berupa cerpen banyak menghiasi media massa seperti Suara Pembaruan, Tabloid Nova, Majalah Mingguan Ria Film (sekarang sudah tutup), Harian Analisa, Harian Sinar Harapan dan harian-harian mi...