Menggantung saudarinya dengan tali hingga tewas
Menghunjamkan pisau ke tubuh sang ayah
Merenggut kehidupan ibunya yang indah
“Bukan aku,” Lenora berkata
Namun, satu-satunya yang tak mati hanya dia
Tak ada orang yang tinggal di kota itu yang tak pernah mendengar lagu tersebut disenandungkan, mengira itu hanya legenda setempat untuk menakuti anak-anak.
Kini, Kit, yang bekerja sebagai pengasuh orang-orang sakit, ditugaskan ke Hope’s End, rumah mewah di atas tebing yang menghadap Samudra Atlantik dan menjadi sumber di balik lagu tragis itu: tiga anggota keluarga Hope tewas dibunuh pada suatu malam, dan tersangka utamanya adalah anak perempuan keluarga itu, Lenora Hope, yang tak pernah ditangkap ataupun dihukum. Dan, wanita legendaris yang sekarang berusia 71 tahun itulah yang harus Kit asuh.
Wanita renta itu tidak berbahaya. Seluruh tubuhnya lumpuh, kecuali lengan kiri, yang bisa dia gunakan untuk berkomunikasi dengan mesin tik. Namun, ketika salah satu kalimat pertama yang Lenora ketikkan untuknya adalah:
jangan takut, aku tak bisa menyakitimu
Kit sontak ketakutan.
Tak bisa, bukan tak akan.
Riley Sager (nama asli: Todd Ritter) adalah penulis novel thriller psikologis asal Amerika. Lahir di Pennsylvania dan menetap di Princeton, New Jersey, mantan jurnalis ini menggunakan nama pena untuk menulis karya misteri terlaris berskala internasional, yang karyanya sering kali diadaptasi ke layar lebar seperti The House Across the Lake.