Budi Darma meminjam suara Tiwar untuk menuliskan hidup Rafilus dan tokoh-tokoh ajaib lainnya. Budi Darma membongkar tiap sudut pikiran manusia. Menghadirkan hal-hal absurd yang tak terpikirkan oleh kebanyakan orang.
Rafilus dengan segala keunikannya menjadi cermin akan keragaman psikologis manusia—polos sekaligus kompleks.
Budi Darma. Sehari-harinya bekerja sebagai Guru Besar Unesa (Universitas Negeri Surabaya). Budi Darma pernah menerbitkan beberapa kumpulan esai, cerpen, dan novel, dan pernah mendapatkan penghargaan antara lain dari Balai Pustaka, Kompas, S.E.A.-Write Award (Bangkok), Anugerah Seni Pemerintah RI, Satya Lencana dari Presiden republik Indonesia, dan Anugerah MASTERA (Brunei). (Sumber: harian Kompas edisi 6 Desember 2015, halaman 27 dengan judul ``Dua Penyanyi``)