Ketika dia tersenyum, aku ikut tersenyum. Ketika dia menangis, tangisku lebih keras dari tangisnya.
Dia terasa dekat, namun tak bisa kujangkau.
Dia terasa jauh, namun kehadirannya bisa kurasakan.
Dia terlarang, namun hatiku pandai abai pada larangan.
Jika cintaku tak mampu bertumpu, mengapa Tuhan tak mau membantu?
Tidakkah manusia sepertiku berhak mendapatkan keajaiban itu?