The Missing History

· Noura Books
5 reviews
Ebook
486
Pages

About this ebook

Masa awal Orde Baru, 1970-an Para mahasiswa yang pernah dikirim Soekarno ke negara-negara kiri sedang terombang-ambing. Gerak-gerik mereka diawasi oleh mata-mata pemerintah Orde Baru. Satu langkah keliru bisa mengakhiri hidup mereka. Di tengah kegelisahan itu, Djani, salah seorang mantan mahasiswa Indonesia yang telah lama menetap dan berkeluarga di Slovenia, mendapat sebuah undangan misterius. Dia ragu untuk datang. Namun, rasa penasaran dan kerinduannya akan kabar terbaru dari tanah kelahiran mengalahkan ketakutan dan kecurigaannya. Ketika tiba di tempat konferensi di Wina, dia pun merasa dijebak. Konferensi lima hari itu bersifat rahasia, dipimpin oleh Soemitro dan sejumlah pembesar Orde Baru, serta beraroma revolusi. Apa sebenarnya tujuan di balik konferensi tersebut? Episode singkat dalam hidup Djani ini merupakan sejarah yang hilang dari dekade pertama Orde Baru dan jawaban dari misteri Dokumen Ramadi.

[Mizan, Noura Books, Orde baru, Orba, Revolusi, Mahasiswa, Sejarah, Indonesia]

Masa awal Orde Baru, 1970-an Para mahasiswa yang pernah dikirim Soekarno ke negara-negara kiri sedang terombang-ambing. Gerak-gerik mereka diawasi oleh mata-mata pemerintah Orde Baru. Satu langkah keliru bisa mengakhiri hidup mereka. Di tengah kegelisahan itu, Djani, salah seorang mantan mahasisw...

Discover more

Ratings and reviews

5 reviews

About the author

Peer Holm Jørgensen, lahir pada 3 Maret 1946 di Aars, Denmark. Dia meninggalkan rumah pada usia 16 untuk berkelana melintas samudra. Pertemuannya dengan berbagai budaya, agama, dan adat asing di seluruh dunia amat berkesan dalam dirinya. Terutama pengalamannya di Indonesia pada 1963-1966, yang membuatnya merasa semakin terikat dengan nusantara dan masyarakatnya.Peer merupakan penulis dan pencetus Isotia, Konsep Menulis Isotia dan Wikisotia. Beberapa karyanya di antaranya “The Missing History” (2015) diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan Inggris, “Den Glemte Massakre” (2007) yang diterbitkan dalam bahasa Inggris pada 2012 (dalam bentuk e-book) dan bahasa Indonesia pada 2009 dengan judul “The Forgotten Massacre; “Må Gud Bevare Amerika” (2006) dan “Backlog” (2000) hanya diterbitkan dalam bahasa Denmark.

Dewa Soeradjana lahir 12 Februari 1938 di Bali. Tahun 1961 dia berangkat ke Ljubljana, Slovenia untuk melan­jutkan setudinya dan lulus pada Oktober 1965. Karena kondisi Indonesia pada saat itu, Dewa memutuskan untuk melanjutkan studinya dan menerima beasiswa baru dari Universitas Ljubljana. Meski telah melanjutkan hidupnya di Slovenia, Dewa merupakan salah satu potret sejarah Indonesia. Dia merupakan saksi dan orang yang terkait langsung dalam banyak peristiwa penting dalam sejarah Indonesia terutama pada 1970-an.Dewa berhasil mendapatkan gelar PhD-nya dalam bidang kimia pada 1981. Kini, Dewa memainkan peran penting dalam hubungan Slovenia-Indonesia di bidang bisnis dan kebudayaan.[]
Peer Holm Jørgensen, lahir pada 3 Maret 1946 di Aars, Denmark. Dia meninggalkan rumah pada usia 16 untuk berkelana melintas samudra. Pertemuannya dengan berbagai budaya, agama, dan adat asing di seluruh dunia amat berkesan dalam dirinya. Terutama pengalamannya di Indonesia pada 1963-1966, yang me...

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.