Buku ini adalah panduan komprehensif bagi pengembang, mahasiswa, dan pegiat teknologi yang ingin membangun sistem Chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) secara mandiri (self-hosted). Tidak sekadar chatbot berbasis menu (if-else), buku ini memandu Anda menciptakan bot yang mampu "berpikir" dan merespons bahasa alami selayaknya manusia.
Di dalamnya, Anda akan mempelajari integrasi tiga teknologi open-source yang powerful:
n8n: Platform otomatisasi alur kerja (workflow) yang berfungsi sebagai "saraf" penghubung logika, memungkinkan Anda merancang skenario percakapan yang kompleks tanpa kerumitan kode yang berlebihan.
WAHA (WhatsApp HTTP API): Jembatan komunikasi yang andal untuk menghubungkan sistem Anda langsung ke ekosistem WhatsApp.
Ollama: Menjalankan Large Language Model (LLM) secara lokal sebagai "otak" kecerdasan buatan, menjamin privasi data dan efisiensi biaya.
Buku ini mengupas tuntas mulai dari persiapan environment, instalasi Docker, konfigurasi server lokal, hingga teknik prompt engineering agar bot Anda dapat menjawab pertanyaan spesifik sesuai konteks.
Apakah Anda ingin membuat Customer Service otomatis, asisten pribadi, atau sekadar bereksperimen dengan AI lokal? Buku ini adalah cetak biru yang Anda butuhkan untuk mewujudkannya.
Bangun AI-mu. Kendalikan Datamu. Otomatiskan Hidupmu.
Onno W. Purbo, saat ini bertugas sebagai rektor di Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS). Onno memperoleh gelar Ph.D bidang Electrical Engineering dari Uni-versity of Waterloo, Canada, adalah seorang copyleft, educator dan ICT evangelist. Dia sudah mempublikasikan 50++ buku, termasuk free ICT ebook untuk sekolah tahun 2008. Beberapa buku terakhir-nya adalah "Internet-TCP/IP: Konsep Dan Implementasi", 2018; "Sistem Operasi, Konsep Dan Membuat Linux OpenWRT Dan ROM Android", 2019; "IPv6 Untuk Mendukung Operasi Jaringan Dan Domain Name System", 2019; "Kubernetes untuk Pemula", 2024 dan "Membuat Operator Seluler 5G Sendiri", 2024. Dia memimpin sambungan pertama Internet di Institut Teknologi Bandung, tahun 1993-2000, dan menggunakannya untuk membuat jaringan Internet pendidikan yang pertama di Indonesia. Dia membebaskan frekuensi WiFi, memperkenalkan RT/RW-net, antenna Wajanbolic dan jaringan selular OpenBTS dan private 5G sendiri. Dia memimpin jaringan telepon pertama di atas Internet, VoIP Merdeka, yang kemudian hari dikenal sebagai VoIP Rakyat berbasis SIP dan menggunakan kode area +62520 dan +62521. Dia saat ini aktif memperkenalkan e-Learning, dan menjalankan server e-Learning di http://lms.onnocenter.or.id/
Muhamad Yusuf adalah seorang akademisi, praktisi teknologi informasi, dan peng-embang sistem aplikasi pemerintahan yang telah berkecimpung dalam dunia IT selama lebih dari satu dekade. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Program Studi Tek-nologi Informasi di Institut Teknologi Tangerang Selatan, serta aktif mengajar sebagai dosen pada fakultas teknik di kampus yang sama. Selain di dunia akademik, Yusuf juga berperan sebagai Tenaga Ahli di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, di mana ia terlibat dalam pengembangan berbagai sistem informasi yang mendukung pelayanan publik dan transformasi digital pemerintah daerah. Beberapa karya aplikasinya yang dikenal luas antara lain Simponie (Sistem Perizinan Online) yang menjadi rekomendasi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk digunakan di kabupaten dan kota se-provinsi Banten, Sisumaker (Sistem Informasi Surat Masuk dan Keluar) yang sudah digunakan di lebih dari 20 kabupaten kota dan 9 instansi kementerian, serta aplikasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) untuk jenjang SD dan SMP Negeri Kota Tangerang Selatan. Email: muhamadyusuf0012@gmail.com
Aolia Ikhwanudin adalah akademisi dan praktisi Teknologi Informasi dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam pengembangan sistem informasi peme-rintahan dan transformasi digi-tal sektor publik. Saat ini, ia berkiprah sebagai dosen di Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) serta sebagai System Analyst di Dinas Komu-nikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan. Memulai karier sebagai programmer di perusahaan konsultan TI, Aulia kemudian berperan aktif dalam pengembangan berbagai sistem strategis pemerintahan, termasuk sistem perizinan online, sistem persuratan elektronik, layanan administrasi kecamatan, serta berbagai aplikasi layanan publik lintas instansi. Dalam bidang akademik, ia aktif melakukan penelitian dan pengembangan di area data analytics, kecerdasan buatan, serta Natural Language Processing dan Large Language Models (LLM), khususnya untuk pengolahan dokumen pemerintahan, otomatisasi layanan berbasis teks, dan sistem pendukung keputusan. Fokus utamanya adalah menjembatani teknologi AI modern dengan kebutuhan nyata birokrasi. Melalui buku ini, Aulia berharap dapat mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan secara profesional, etis, dan berdampak langsung bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia. Email: aikwanudin@gmail.com