Melalui pendekatan yang aplikatif, buku ini memandu orang tua untuk mendidik anak dengan prinsip kemudahan (taisir), skala prioritas (fiqh al-awlawiyyat), serta keseimbangan hak dan kewajiban dalam keluarga. Tidak hanya teori, pembaca juga diajak memahami strategi komunikasi keagamaan yang edukatif, dialogis, dan penuh hikmah di era digital. Ditulis dengan gaya yang lugas namun mendalam, buku ini menjadi panduan praktis bagi setiap keluarga Muslim yang ingin membangun generasi moderat, berakhlak mulia, dan tangguh menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai ummatan wasathan, saksi kebaikan bagi seluruh umat manusia.
Oki Setiana Dewi, (lahir 13 Januari 1989) adalah seorang pemeran, penulis dan pendakwah berkebangsaan Indonesia. Anak pertama dari pasangan Sulyanto, S.T. dan Yunifah Lismawati ini menghabiskan masa kecil hingga berusia 16 tahun di Kota Batam, Kepulauan Riau. Oki memiliki 2 orang adik bernama dr. Shindy Kurnia dan Ria Yunita. Oki menikah dengan Ory Vitrio Abdullah asal Sungai Pua pada tahun 2014 dan dikaruniai 4 orang anak, yakni Maryam Nusaibah Abdullah, Khadeejah Faatimah Abdulullah, Ibrahim Muhammad Abdullah, dan Sulaiman Ali Abdullah.
Setelah menyelesaikan sekolah di SD Kartini I Sekupang, Oki melanjutkan ke SMP Negeri 3 Batam dan SMA Negeri 1 Batam. Selalu mendapatkan peringkat 1 di kelasnya, Oki pun sering mewakili sekolah dalam perlombaan Olimpiade Biologi hingga pidato serta debat Bahasa Inggris. Ia pun aktif mengikuti berbagai macam ekstrakulikuler mulai dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Gerakan Pramuka Indonesia, basket, teater, english club, hingga marching band dan menjadi ketua kelas sejak SD-SMA.Setelah kelas 2 SMA, Oki melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Depok dan kembali mengharumkan nama sekolah dengan berkali-kali menang dalam perlombaan.
Tahun 2007, Oki menjadi mahasiswa Sastra Belanda, Universitas Indonesia. Ia terpilih menjadi Mahasiswa Baru Terbaik OKK Universitas Indonesia, serta Mahasiswa Baru terbaik di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB). Selama kuliah Oki aktif dalam kegiatan BEM, Lembaga Dakwah Kampus Salam UI, Lembaga Dakwah Kampus Fakultas FORMASI FIB UI dan tentu saja teater. Kecintaannya pada seni peran, mengantarkannya mendapat penghargaan menjadi Aktris Wanita Terbaik pada Festival Petang Kreatif UI. Oki juga terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi Bidang Seni FIB UI.Tahun 2008, Oki mengikuti audisi film Ketika Cinta Bertasbih dan terpilih menjadi tokoh utama dalam film tersebut. Film yang pengambilan gambarnya dilakukan di Mesir ini, membuat Oki mendapatkan 2 penghargaan di ajang Indonesia Movie Awards 2010 sebagai Aktris Pendatang Baru Wanita Terbaik dan Aktris Pendatang Baru Wanita Terfavorit.
Setelah lulus S1, Oki sempat belajar dan tinggal di Rumah Quran Darut Tarbiyah Depok untuk menghafalkan Al-Qur'an, dan belajar bahasa Arab sebagai mustami’ selama 1 bulan di lembaga bahasa Universitas Umm al-Qura Mekkah.Tahun 2012, Oki melanjutkan pendidikan S2 nya di Universitas Negeri Jakarta dengan jurusan Pendidikan Anak Usia Dini, dan 2016 melanjutkan program Doktor di 2 tempat sekaligus yaitu Program Doktor Kajian Islam jurusan Dakwah dan Komunikasi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Program Doktor Pendidikan Berbasis Quran di Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran Jakarta (2016).Oki pun mendapatkan beasiswa untuk mempelajari Kajian Islam di Australia dan di Jerman pada tahun 2017. Di tahun yang sama terpilih mengikuti Study Trip Germany (Berlin, Gottingen, Frankfurt), beasiswa dari Goethe Institute. Perwakilan tokoh Indonesia dari 3 negara “A Tile For Seville”, untuk pembangunan Masjid Seville, Spanyol. Pada tahun 2019, juga berkesempatan Talaqqi Al Quran bersanad dengan Syaikh Mahmud Abdul Aziz Al Ads riwayat Hafs an Ashim dan Talaqqi Al Quran bersama dengan Syaikh Abdelrahman Munis Allataithy, riwayat Hafs An-Ashim. Dan pada tahun 2020, Talaqqi Al Quran bersama dengan Syaikh DR Arif Whardani, riwayat Hafs An-Ashim.
Sejak tahun 2011, Oki mulai rutin menulis buku, hingga mengantarkannya menjadi salah satu pembicara di Program Islam Itu Indah Trans TV setiap hari sejak 2014. Seiring berjalan waktu Oki tidak hanya berdakwah untuk televisi Indonesia, tapi juga negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Saat ini Oki menjadi pimpinan atas Yayasan Maskanul Huffadz yang berpusat di Bintaro, Tangerang Selatan, yang didirikan di tahun 2016. Bersama para sahabatnya, Oki fokus mengurusi anak-anak Indonesia yang di tempatkan di 8 cabang Maskanul Huffadz yang memberikan beasiswa penuh selama 1 tahun untuk menghafalkan Al-Qur'an dan kembali mengajarkannya ke seluruh penjuru Indonesia.