Di tengah kehidupan yang menuntut manusia terus bergerak, buku ini mengajak pembaca berhenti sejenak dan melihat kembali apa yang sebenarnya sedang dijalani. Melalui narasi yang sederhana dan manusiawi, Nur Alih menelusuri dua keadaan yang sering dialami: saat hidup hanya tentang bertahan, dan saat kesadaran batin mencari ketenangan di tengah tanggung jawab keseharian.
Buku ini bukan motivasi instan, melainkan ajakan untuk melihat lagi makna hidup, memahami beban yang terasa berat, dan menemukan ketenangan batin yang sejati di antara kesibukan dunia modern.
Bagian dari Seri Manusia Sadar karya Nur Alih — sebuah rangkaian tulisan reflektif tentang perjalanan batin menjadi manusia yang lebih sadar.
Seri Manusia Sadar
Seri Manusia Sadar adalah brand literasi reflektif yang dibangun oleh Nur Alih sebagai ruang perenungan tentang iman, akal, dan kehidupan modern.
Brand ini lahir dari pengalaman manusia biasa—tentang bekerja, memikirkan keluarga, menghadapi tekanan ekonomi, dan menjaga jiwa agar tidak kehilangan arah di zaman yang berubah cepat.
Setiap buku dalam Seri Manusia Sadar berakar pada satu falsafah: manusia boleh hidup di era mesin, tetapi tidak boleh kehilangan kesadaran.
Judul-judul di dalamnya saling terhubung dalam satu arus pemikiran: Rumah Kecil di Ujung Harapan tentang kehangatan keluarga dan perjuangan ekonomi;
Di Pertengahan Jalan tentang proses pendewasaan manusia;
Berpikir Jernih di Tengah Kekacauan Zaman tentang menjaga kejernihan akal;
Mode Sadar vs Mode Dapur tentang bertahan hidup dan menjaga makna;
Persahabatan Manusia dengan AI tentang relasi manusia dan teknologi tanpa kehilangan nurani.
Seri Manusia Sadar tidak menawarkan jawaban mutlak. Ia hadir sebagai teman berpikir, teman bertanya, dan teman bertahan.
Nilai utamanya: kejujuran, realisme, kemanusiaan, dan spiritualitas yang membumi.
Tujuannya sederhana: pelan-pelan menjadi manusia.
— Nur Alih