Maya diam-diam kehilangan dirinya setelah bercerai. Arka berhenti mengambil foto sejak istrinya meninggal. Laras selalu membawa payung karena terlalu sering kecewa. Pak Joko bingung menjadi siapa setelah pensiun. Sinta yang merasa hidupnya gagal lantaran tidak berjalan seperti harapan orang tuanya.
Kita di Jalan Pulang adalah kisah manusia-manusia setelah berusia 40-an yang sedang belajar berdamai dengan kehilangan, kesepian, perubahan, dan dirinya sendiri.
MUTIA RAMADHANI adalah rimbawan lulusan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, dengan spesialisasi konservasi dan ekowisata. Tahun 2020, ia menginisiasi lahirnya Rimbawan Menulis (Rimbalis), komunitas literasi yang mewadahi para rimbawan untuk berkarya. Melalui komunitas ini, telah terbit berbagai antologi inspiratif bertema kehutanan dan lingkungan, mempertemukan dunia rimba dan dunia kata dalam satu napas yang sama.
Mutia adalah penulis bersertifikasi BNSP, mantan jurnalis ekonomi dan lingkungan salah satu media nasional, sekaligus blogger, trainer kepenulisan, dan editor lepas. Pengalaman jurnalistik lebih dari 10 tahun memperkaya sudut pandangnya.
Dalam dunia fiksi, Mutia konsisten mengusung genre eco-romance, sebuah pendekatan penulisan yang memadukan kisah cinta dengan isu-isu lingkungan dan keberlanjutan. Genre ini masih belum banyak dieksplorasi di Indonesia, menjadikannya warna khas dalam karya-karyanya.
Ia telah menghasilkan empat buku solo, yaitu Sialang dan Tualang (2023), Once in a Moon (2024), Suaka Cerita (2025), Ada Cinta di Suaka Paksi (2026). Silakan terhubung melalui Instagram @muthe_ramadhani atau email mutiverse13@gmail.com.