Ia lahir dari keluarga sederhana, tumbuh besar dengan rasa takut, rasa kurang, dan luka masa lalu yang dipendam sendiri. Di saat ia sibuk bertahan hidup di tengah kerasnya realitas, ia bertemu seseorang yang membuat segalanya terasa lebih ringan. Untuk pertama kalinya, ia merasa dicintai.
Namun, cinta tidak selalu menyembuhkan. Ketika luka lama tidak pernah dihadapi dan rasa minder perlahan berubah menjadi ketakutan, ia justru menyakiti orang yang paling ingin ia jaga. Hubungan itu berakhir, meninggalkan kalimat tanya yang menghantam harga dirinya: "Di umur 25 nanti, kamu bisa jadi apa?"
Bersama runtuhnya hubungan itu, ikut hancur pula mimpi, harapan, dan versi diri yang selama ini ia percaya. Di tengah malam-malam yang panjang dan penyesalan yang datang terlambat, ia dipaksa menghadapi kenyataan paling menyakitkan: Seseorang yang harus ia selamatkan bukanlah hubungan itu, melainkan dirinya sendiri.
Pelan-Pelan Menjadi Kuat adalah sebuah catatan jujur tentang keterbatasan, cinta, kehilangan, dan perjalanan panjang untuk berdamai dengan masa lalu.
Karena menjadi kuat bukan tentang tidak pernah hancur. Menjadi kuat adalah memilih bangkit, meski pelan-pelan.
Muhammad Iqbal Hakim adalah seorang penulis yang percaya bahwa setiap orang memiliki luka yang tidak selalu terlihat.
Pelan-Pelan Menjadi Kuat merupakan karya pertamanya yang mengangkat kisah tentang keterbatasan, cinta, kehilangan, dan proses bangkit setelah masa-masa paling sulit dalam hidup.
Melalui tulisan ini, ia berharap pembaca dapat menemukan teman seperjalanan yang mengingatkan bahwa tidak apa-apa berjalan pelan, selama tidak berhenti melangkah.