Ada langkah-langkah yang berhenti bukan karena lelah, tapi karena waktu yang menolak berputar balik. Buku ini adalah rekaman tentang kenangan, kehilangan, dan kesadaran bahwa beberapa hal diciptakan hanya untuk diingat, bukan untuk diulang.
Melalui untaian sajak yang sunyi, Jejak tak pernah kembali membawa pembaca menyusuri lorong waktu menemui kenangan masa lalu, merangkul perpisahan, dan belajar melepaskan apa yang sudah seharusnya pergi. Ini bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan pelukan bagi hati yang sedang berdamai dengan kenyataan.
Muhammad Zidan adalah penulis puisi yang menjadikan kata-kata sebagai ruang untuk menyampaikan rasa, renungan, dan perjalanan batin. Melalui puisinya, ia berusaha menghadirkan keheningan, harapan, dan makna yang dapat dirasakan oleh setiap pembaca.