Disusun berdasarkan kajian yang mendalam, buku ini mengurai perjalanan Muhammadiyah dalam membangun dakwah moderat: mulai dari akar historis gerakan, prinsip washatiyah, strategi dakwah kontemporer, hingga tantangan radikalisme di era digital. Pembaca akan menemukan model internalisasi moderasi beragama yang tidak hanya teoritis, tetapi juga lahir dari praktik nyata di lapangan.
Melalui kisah-kisah inspiratif tentang kerukunan di Surabaya, buku ini menunjukkan bahwa harmoni bukan sesuatu yang utopis ia bisa diwujudkan ketika tokoh agama, masyarakat, dan negara bergandengan tangan. Membangun Moderasi Beragama adalah bacaan penting bagi akademisi, pegiat dakwah, pemimpin komunitas, maupun siapa pun yang ingin memahami dan merawat keberagaman Indonesia.
Muhammad Wahid Nur Tualeka, lahir di Surabaya pada 22 November
1983. Penulis menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di bidang Perbandingan
Agama pada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah
Surabaya pada tahun 2006, dan melanjutkan studi magister (S2) dalam Pemikiran
Pendidikan Islam di Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya,
lulus pada tahun 2009. Saat ini, penulis sedang menyelesaikan studi
doktoral (S3) di Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang. Sejak
tahun 2009, penulis menjadi dosen di Program Studi Studi Agama-Agama
Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya. Dalam kapasitasnya
sebagai dosen, penulis memiliki keahlian dalam bidang sosiologi
agama, dengan minat khusus pada Pendidikan Islam dan hubungan antara
agama dan struktur sosial dalam masyarakat. Dengan pengalaman penulis
dalam bidang pendidikan tinggi, beliau aktif berkontribusi dalam pengembangan
kajian agama, serta mengajar dan melakukan penelitian yang berfokus
pada pendidikan Islam dan dinamika sosial agama di Indonesia dan
dunia.
Akhsanul In’am, profesor bidang Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, menuntaskan S1 di Universitas Muhammadiyah Malang
pada tahun 1987 dan UIN Malang (IAIN Malang) pada tahun 1990, S2 bidang
Manajemen dituntaskan di Universitas Muhammadiyah Malang tahun
1996. Adapun pendidikan S3 didapatkan dari dua perguruan tinggi Malaysia:
Universiti Malaya bidang Kebijakan Pendidikan lulus tahun 2009 dan
Universiti Pendidikan Sultan Idris bidang Pendidikan Matematika lulus tahun
2012. Pada tahun 2018 hingga 2024 menjabat sebagai Direktur Program
Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang. Pada tahun 2020 hingga
saat ini, beliau menjabat sebagai Presiden AMCAIndonesia (Association of
Muslim Community in ASEAN). Pada tahun 2024 hingga saat ini, menjabat
sebagai Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Teknologi Digital
Universitas Muhammadiyah Malang. Beliau aktif sebagai pembicara dalam
berbagai kegiatan akademik, meliputi: pelatihan penulisan artikel ilmiah,
penulisan monograf dan referensi, strategi mencapai jabatan profesor, dan
strategi meningkatkan akreditasi institusi. Pengembangan akademik dan
manajerial dilaksanakan dengan melawat di beberapa kampus di 30 Negara:
Austria, Belgium, Brunei. China, Hongkong, India, Italia, Jerman,
Jepang, Kamboja, Korea Selatan, Laos, Luxemburg, Myanmar, Mesir, Malaysia,
Nederland, Perancis, Philipina, Rusia, Srilanka, Singapore, Saudi
Arabia, Thailand, Taiwan, Timor Leste, Turki, Uzbekistan, Vatikan, dan
Vietnam.
Abdul Haris, lahir di Bojonegoro tanggal 17 April 1967, Masa Studi
MI-MA di Pondok Pesantren Attanwir Talun, Bojonegoro, S1 Pendidikan
Bahasa Arab di IAIN Malang, S2 Bahasa Arab di Universitas Khortum
Sudan dan S3 Pendidikan Bahasa Arab di Maulana Malik Ibrahim Malang,
Selama ini mulai mengajar mata kuliah pendidikan bahasa arab baik di
bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Gelar guru besar bidang pendidikan bahasa arab diperoleh pada tahun
2024. Sampai saat ini telah menciptakan 13 buku terkait dengan bahasa
arab disamping artikel di jurnal nasional maupun nasional.
Muhammad Arfan Mu’ammar, adalah dosen tetap pada Program Studi
Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya
sejak 2010. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Institut Studi Islam
Darussalam Gontor (2007), S2 Pendidikan Islam di Universitas Muhammadiyah
Surabaya (2010), dan meraih gelar doktor di UIN Sunan Ampel
Surabaya pada 2015 melalui beasiswa Kemenag RI. Sebelum memasuki
perguruan tinggi, beliau mengenyam pendidikan di TK ABA Bungah Gresik,
MIAS Bungah Gresik, dan melanjutkan studi di KMI Pondok Modern
Darussalam Gontor selama enam tahun. Dalam bidang akademik, beliau
pernah menjabat Wakil Direktur Pascasarjana (2017–2021) dan kini
menjabat Ketua Program Studi S2 Pendidikan Islam (2021–2025). Di Persyarikatan
Muhammadiyah, ia aktif sebagai Wakil Ketua PDM Gresik dan
Sekretaris Lembaga Pengembangan Pesantren PWM Jawa Timur. Sebagai
akademisi produktif, ia telah menulis 8 buku solo, 27 buku antologi, lebih
dari 100 artikel ilmiah nasional dan internasional, serta 6 artikel jurnal
terindeks Scopus. Ia memiliki 9 HKI, menjadi reviewer jurnal nasional dan
internasional, serta pernah mengajar dan mengikuti kegiatan akademik di
Malaysia, Singapura, Thailand, China, dan Saudi Arabia. Selain itu, beluiiau
juga aktif berdakwah dan membagikan kajian melalui berbagai media
sosial.