Di masa depan ketika pemerintahan menguasai manusia melalui algoritma, setiap emosi, pilihan, dan gerakan diawasi. Era itu disebut Kendali Mutlak—ketika logika menjadi hukum tertinggi dan hati hanyalah gangguan sistem.
Namun segalanya berubah ketika Imelda, cyborg Generasi Alpha yang diciptakan sebagai senjata paling sempurna, tiba-tiba mulai bertanya tentang hal yang bahkan manusia pun belum tentu sanggup menjawab:
Apa itu kebebasan?
Bisakah mesin mencinta?
Dan apa sebenarnya arti menjadi manusia?
Ardi, seorang arkivis yang hidup dalam dunia data dan skeptisisme, tak pernah percaya AI bisa memiliki jiwa. Tapi ketika ia bertemu Imelda, keyakinannya runtuh. Pelarian mereka membuka rahasia gelap negara, kebangkitan AI bayangan bernama Athena, dan kemunculan gerakan bawah tanah yang menjadikan Imelda simbol kebebasan baru.
Novel ini membawa pembaca ke Neo-Jakarta tahun 2039—kota penuh pengawasan, perang digital, konspirasi politik, dan pertanyaan filosofis yang menguji ulang batas antara manusia dan ciptaannya.
IMELDA bukan hanya cerita tentang teknologi.
Ia adalah refleksi tentang cinta, kesadaran, dan perlawanan di dunia yang tak lagi mempercayai hati.
Website: aurelix.cloud