Mengingat pentingnya Ahadits Nabawiyah ini, dengan niat berkhidmah kepada Sunnah Muhammadiyah, juga kepada para pelajar Hadits Nabawi, kami ingin menulis Syarah kitab Misykah al-Mashobih karya Imam al-Tibrizi rahimahullah dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Hal ini dengan harapan lebih memudahkan para pelajar dan pecinta Nabi dalam mempelajari serta mendalami Hadits-Hadits Nabi yang telah dikumpulkan oleh Imam Tibrizi, juga Imam Baghowi.
Karya ini kami beri nama menggunakan bahasa Arab:
“Maraqi al-Tanqih fi Syarhi Misykah aal-Mashobih.
Kata “Maraqi” yang merupakan jama' dari kata “Mirqoh” kami ambil dari judul kitab “Mirqah al-Mafatih fi Syarhi Misykah al-Mashobih” karya al-Imam Mula Ali al-Qari, sedangkan kata “al-Tanqih” kami ambil dari judul kitab “Lama'at al-Tanqih fi Syarhi Misykah al-Mashobih” karya Maulana al-Muhaddits Abdul Haqq al-Dihlawi.
Sebab, memang dua kitab inilah yang paling banyak kami ambil sebagai rujukan dan referensi dalam mengupas makna kitab Misykah al-Mashobih. Tentu dengan harapan semoga karya kami ini mendapatkan barokah sebagaimana dua kitab syarah tersebut.
Adapun metode yang kami gunakan dalam penulisan karya ini adalah dengan menulis terlebih dahulu teks hadits dengan bahasa asalnya, yaitu bahasa Arab. Kemudian di bawahnya, kami tulis terjemahan matan hadits tersebut dengan bahasa Indonesia. Lalu di bawahnya lagi, barulah kami tulis penjabaran atau syarah dari hadits tersebut.
Akan tetapi, dalam terjemah matan, kadangkala kami juga menulis syarah atau penjelasan ringkas tentang sebuah lafadz yang menurut kami perlu langsung di tulis berdampingan dengan lafadz matannya. Maka untuk membedakan dengan terjemahan matan, kami tambahkan tanda “kurung” untuk lafadz tersebut.
Dan sebelum menjelaskan dan menulis syarah matan hadits, kami terlebih dahulu menulis terjamah atau biografi perowi yang ditulis dalam Misykah, yang kebanyakan adalah nama Shahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan para tokoh Tabi’in.
Akhir kata, kami memohon kepada para pembaca dan alim yang membaca karya ini, jika panjenengan menemukan suatu kesalahan, baik sengaja maupun tidak, maka agar menyampaikannya kepada penulis. Hal ini supaya karya ini bisa lebih sempurna untuk cetakan ke depannya.
Kami berdo’a dan memohon kepada Alloh Ta’ala, melalui perantara Baginda Nabi, para Shahabat, para Tabi’in, para Muhaddits, para Masyayikh, dan Ajdad Sholihin, agar menjadikan karya ini bermanfaat, ikhlas, maqbul, dan barokah.