Seorang hamba dapat dikatakan 'arif billah apabila tauhidnya sudah sampai kepada Allah, kepercayaan, tawakal dan pasrahnya hanya kepada Allah. Ini adalah darjat kehendak seorang 'arif yang sudah sirna di dalamnya dan hanya memandang pada kehendak Allah, serta dihadapannya semua sebab-sebab menjadi hilang dibawah kekuasaan-Nya dan hilang juga semua makhluk (selain Allah) dikeranakan dia sedang menyaksikan-Nya. Orang yang 'arif ini hidupnya tidak diwarnai dengan kelapangan dan kesengsaraan seperti tingkahnya kebanyakan orang yang kadang-kadang mereka disuatu saat merasa lapang dan tidak perlu untuk kembali kepada Allah dan menyibukkan diri dengan beribadah kepada-Nya. Dan terkadang mereka dihinggapi rasa gelisah atau sengsara yang dapat membawa mereka kepada perasaan yang sangat berhajat kepada Allah.
Seorang hamba dapat dikatakan 'arif billah apabila tauhidnya sudah sampai kepada Allah, kepercayaan, tawakal dan pasrahnya hanya kepada Allah. Ini adalah darjat kehendak seorang 'arif yang sudah sirna di dalamnya dan hanya memandang pada kehendak Allah, serta dihadapannya semua sebab-sebab menjad...