Pada tahun 1612, Albert Cornelisz. Ruyl (A.C. Ruyl) menyusun rancangan terjemahan Injil Matius ke dalam bahasa Melayu Tinggi (dengan tam- bahan Sepuluh Hukum, Pengakuan Iman Rasuli, dua Mazmur, himne- himne dan doa-doa). Terjemahan tersebut akhirnya diterbitkan pada tahun 1629. Dengan demikian Ruyl menjadi orang pertama yang menerjemahkan portion (sebagian dari) Alkitab ke dalam bahasa Melayu. Karena bahasa Melayu adalah induk untuk bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia, maka terjemahan ini merupakan cikal-bakal terjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia dan Malay- sia. Terjemahan Ruyl ini bahkan menjadi terjemahan (bagian) Alkitab pertama- tama ke dalam bahasa non-Eropa di sejarah misi Protestan. Oleh sebab itu, terjemahan ini sejak lama menjadi obyek penelitian para ahli sejarah dan ahli penerjemahan.
Pada tahun 1612, Albert Cornelisz. Ruyl (A.C. Ruyl) menyusun rancangan terjemahan Injil Matius ke dalam bahasa Melayu Tinggi (dengan tam- bahan Sepuluh Hukum, Pengakuan Iman Rasuli, dua Mazmur, himne- himne dan doa-doa). Terjemahan tersebut akhirnya diterbitkan pada tahun 1629.
Dengan demikian R...