Meskipun banyak orang yang menganggap doktrin utilitarianisme ini bersifat egoistis karena hanya mementingkan kesenangan diri sendiri serta tidak memercayai keberadaan Tuhan karena tidak menganggap apa yang diajarkan oleh agama itu benar, Mill justru berpendapat sebaliknya. Ia menegaskan kebahagiaan tidak hanya untuk kesenangan diri sendiri, tetapi juga untuk kebahagiaan semua orang yang dapat dicapai melalui keadilan yang bisa diterima oleh banyak orang sehingga semua orang bisa mendapatkan kebahagiaan yang layak untuk diterima.
Simak secara lebih lanjut dan pelajari berbagai prinsip utilitarianisme yang bermanfaat bagi kehidupan Anda. Temukan bagaimana prinsip ini dapat membantu Anda menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan yang adil dan bermanfaat bagi semua orang di sekitar Anda.
John Stuart Mill (1806–1873) adalah seorang filsuf, eko nom, dan politikus Inggris yang terkenal sebagai seorang pendukung kebebasan dan hak-hak perempuan. Ia meru pakan salah satu pemikir paling berpengaruh dalam sejarah liberalisme klasik dan berkontribusi secara luas pada teori sosial, teori politik, dan ekonomi politik. Ia dikenal sebagai seorang anggota Partai Liberal dan penulis karya feminisme The Subjection of Women. Ia juga merupakan anggota Parle men kedua yang menyerukan hak pilih perempuan setelah Henry Hunt pada tahun 1832.
Lahir di Pentonville, Middlesex, London, John Stuart Mill dipandang sebagai anak yang dewasa sebelum waktunya. Da lam biografinya, ia menjelaskan pada saat ia berumur tiga ta hun, ia telah diajarkan bahasa Yunani oleh kedua orangtuanya dan, pada saat ia berumur delapan tahun, ia telah membaca Aesop Fabel, Xenophon’s Anabasis dan seluruh karya Herodotus serta mempelajari Lucian, Diogenes Laertius, Isokrates, dan enam dialog Plato.
Pada tahun 1863, John Stuart Mill mempublikasi bukunya yang berjudul Utilitarianisme, sebuah teori etika yang dikembangkan oleh pendahulunya, Jeremy Bentham. Melalui buku ini, Mill mengajarkan utilitarianisme, atau yang dikenal de ngan prinsip kebahagiaan terbesar, adalah sebuah doktrin tentang kebahagiaan. Pemahaman tentang kebahagiaan ini merupakan esensi dasar yang terkandung di dalam buku ini.
Utilitarianisme bukan hanya buku paling berpengaruh yang ditulis olehnya, tetapi juga merupakan acuan utama da lam diskusi tentang etika serta digunakan sebagai dasar dalam perdebatan tentang keadilan sosial, kebijakan publik, dan hak asasi manusia hingga saat ini.