Dia tidak kecewa atau sakit hati, dia justru merasa lega karena kenyataannya dia yang terlihat begitu baik dan terdidik bukanlah seorang perawan.
Bukan karena Khulka nakal atau liar, tapi karena nasib sial yang menimpanya disatu malam yang membuatnya jadi rusak.
Namun, kedamaiannya langsung hilang saat Aksar, paman dari suami datang ke rumah mereka.
Pria itu baru saja mengalami kecelakaan. Oleh ibu mertuanya, Khulka ditugaskan menjaga Aksar yang bersikap dan berbuat sesuka hatinya, mempermainkan Khulka tanpa tahu betapa lemah dan rapuhnya hati Khulka.