Tax Expenditure Rp 530 Triliun yang Tidak Pernah Dibahas: Subsidi terbesar yang tidak ada di pos pengeluaran APBN

· Ekonomi Subsidi Free Book Book 5 · PT Hibrkraft Kreasi Indonesia
Ebook
30
Pages

About this ebook

Buku digital ini adalah referensi wajib bagi akademisi perpajakan, jurnalis investigasi, dan praktisi kebijakan fiskal yang ingin memahami mengapa tax expenditure Rp 530 triliun, belanja perpajakan Indonesia, dan insentif pajak korporasi hampir tidak pernah masuk debat publik meski nilainya lebih besar dari subsidi BBM. Pajak yang tidak ditarik secara ekonomi identik dengan subsidi yang dikeluarkan, hanya tidak terlihat di pos pengeluaran.

Kementerian Keuangan mendefinisikan tax expenditure sebagai potensi penerimaan pajak yang tidak ditarik karena insentif, pengecualian, atau fasilitas perpajakan. Tahun 2023 nilainya Rp 530 triliun, jauh melampaui subsidi BBM Rp 386 triliun yang menjadi berita besar. Dari lima fasilitas pajak terbesar, hanya PPN dibebaskan untuk sembako dan jasa pendidikan (Rp 168 triliun) yang penerimanya terdistribusi luas. Empat sisanya, termasuk pengurangan PPh badan industri pionir Rp 108 triliun dan tax holiday smelter Rp 94 triliun, terkonsentrasi di kelompok yang sangat sempit. Kalau Rp 530 triliun didistribusi rata ke 280 juta penduduk, setiap orang dapat Rp 1,9 juta per tahun. Kenyataannya, mayoritas masuk ke puluhan perusahaan besar. Indonesia sudah mempublikasikan Laporan Belanja Perpajakan sejak 2018, tapi debat publik tentang isinya hampir tidak ada.

Setelah membaca buku ini, pembaca bisa mengajukan lima pertanyaan evaluatif untuk setiap fasilitas pajak, memahami kenapa penerima utama hampir tidak pernah masuk di ruang debat publik, dan mengenali apa yang berhasil di Australia, Selandia Baru, dan Chile dalam reformasi tax expenditure.

Yang Akan Anda Temukan

- Definisi tax expenditure dan mengapa nilainya Rp 530 triliun jarang disebut setara dengan subsidi BBM

- Lima fasilitas pajak terbesar 2023 beserta penerima utama dan skala distribusinya

- Lima alasan struktural mengapa tax expenditure tidak pernah masuk debat publik dengan intensitas yang sama

- Lima pertanyaan untuk mengevaluasi setiap fasilitas perpajakan secara kritis

- Reformasi yang berhasil di Australia, Selandia Baru, dan Chile dan tiga komponen kuncinya

Untuk Siapa Buku Ini

- Akademisi perpajakan dan peneliti kebijakan fiskal yang mengkaji transparansi insentif pajak

- Jurnalis investigasi yang meliput isu keuangan negara dan ingin memahami pos yang tidak terlihat

- Anggota lembaga pemantau APBN, LSM fiskal, dan komunitas warga peduli transparansi pajak

Topik & Kata Kunci

tax expenditure indonesia, belanja perpajakan, insentif pajak korporasi, tax holiday smelter, fasilitas pajak ppn, subsidi tersembunyi apbn, reformasi pajak indonesia, kebijakan fiskal, laporan belanja perpajakan, ppn dibebaskan sembako

Buku digital ini adalah referensi wajib bagi akademisi perpajakan, jurnalis investigasi, dan praktisi kebijakan fiskal yang ingin memahami mengapa tax expenditure Rp 530 triliun, belanja perpajakan Indonesia, dan insentif pajak korporasi hampir tidak pernah masuk debat publik meski nilainya lebih...

Discover more

About the author

Ibrahim Anwar, yang dikenal sebagai Hibranwar, adalah pengusaha dan penulis yang bekerja di persimpangan teknik, bisnis, dan konten. Latar belakang Sastra Belanda dari Universitas Indonesia, dengan jalur karier yang berkembang ke arah teknis dan strategis. Ia memulai dari bidang sales dan marketing, lalu beralih ke peran kepemimpinan di beberapa perusahaan.


Sebagai penulis, ia telah menghasilkan ratusan publikasi digital. Pendekatannya terhadap menulis tidak berangkat dari ekspresi personal, tetapi dari kebutuhan untuk menyusun, menguji, dan mendokumentasikan cara berpikir. Gaya tulisannya langsung dan fungsional, menghindari narasi yang tidak perlu, lebih memilih struktur yang jelas dan klaim yang bisa diverifikasi.


ORCID: 0009-0006-0425-4923

Buku saku ini lahir dari pengamatan bahwa subsidi yang paling tidak diperdebatkan adalah subsidi yang paling tidak terlihat, dan yang paling tidak terlihat sering kali yang terbesar manfaatnya bagi kelompok paling berpengaruh.

Ibrahim Anwar, yang dikenal sebagai Hibranwar, adalah pengusaha dan penulis yang bekerja di persimpangan teknik, bisnis, dan konten. Latar belakang Sastra Belanda dari Universitas Indonesia, dengan jalur karier yang berkembang ke arah teknis dan strategis. Ia memulai dari bidang sales dan marketi...

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.

Continue the series

More by Ibrahim Anwar

Similar ebooks