NIK Aktif vs Penduduk Hidup, Selisih 2 Juta: Mengapa Subsidi Salah Sasaran Dimulai dari KTP yang Tidak Akurat

· Ekonomi Subsidi Free Book Book 16 · PT Hibrkraft Kreasi Indonesia
5 reviews
Ebook
25
Pages

About this ebook

Indonesia 2024 punya 278 juta NIK aktif menurut Dukcapil. Sensus dan survei demografi independen estimate populasi hidup sekitar 276 juta. Buku saku ini untuk pembuat kebijakan, analis data publik, dan warga yang ingin tahu kenapa subsidi sering tidak sampai ke yang berhak: jawabannya dimulai dari KTP, bukan dari niat baik atau buruk birokrat di hilir.

Selisih 2 juta NIK terlihat kecil dibanding 278 juta total. Tetapi ketika 2 juta identitas itu dipakai untuk klaim LPG 3 kg, BPJS PBI, bantuan sosial DTKS, dan subsidi listrik, dampaknya estimasi Rp 2.9 triliun per tahun. Itu uang publik yang mengalir ke nama orang yang sudah meninggal, ke duplikasi kartu, dan ke NIK fiktif. Buku ini menjelaskan tiga sumber inakurasi, empat konsekuensi ekonomi konkret, dan kenapa reformasi sistem identitas Indonesia jalan lambat dibanding India (Aadhaar), Estonia (e-Identity), dan Singapore (SingPass).

Setelah baca, Anda akan punya kerangka untuk membaca berita subsidi salah sasaran tanpa langsung menyalahkan eksekusi di lapangan, dan tahu titik tekan mana yang masuk akal untuk advocacy: integrasi otomatis Dukcapil ke BPJS, mandatory cross-check, atau insentif pelaporan kematian formal.

Yang Akan Anda Temukan

- Tiga sumber utama inakurasi NIK: kematian tidak terlapor, migrasi luar negeri, dan duplikasi kartu

- Estimasi Rp 2.9 triliun per tahun dampak fiskal, terurai per program (LPG, BPJS, DTKS, listrik)

- Mengapa BPJS PBI membayar premi sekitar Rp 280 miliar per tahun untuk identitas yang sudah tidak hidup

- Skor akurasi data identitas Indonesia (6/10) dibanding Estonia, Singapore, Korea Selatan, dan India

- Status realistis tiga inisiatif Indonesia: KTP-el biometric, Single Identity Number, dan OSS Kemendagri

Untuk Siapa Buku Ini

- Pembuat kebijakan dan staf kementerian yang menangani subsidi atau bansos

- Analis data publik, wartawan investigasi anggaran, dan akademisi tata kelola

- Warga yang skeptis terhadap dashboard pemerintah dan ingin baca data Dukcapil sendiri

Topik & Kata Kunci

nik dukcapil, ktp elektronik, subsidi salah sasaran, dtks, bpjs pbi, lpg 3 kg, single identity number, aadhaar india, e-estonia, data demografi indonesia, governance data publik, civil registration

Indonesia 2024 punya 278 juta NIK aktif menurut Dukcapil. Sensus dan survei demografi independen estimate populasi hidup sekitar 276 juta. Buku saku ini untuk pembuat kebijakan, analis data publik, dan warga yang ingin tahu kenapa subsidi sering tidak sampai ke yang berhak: jawabannya dimulai dar...

Discover more

Ratings and reviews

5 reviews
Dedi Nurjaya
July 20, 2026
sangat bagus. tajam, teknis langsung pada inti.
Did you find this helpful?

About the author

ORCID: 0009-0006-0425-4923.

ORCID: 0009-0006-0425-4923.

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.

Continue the series

More by Ibrahim Anwar

Similar ebooks