Melalui pendekatan netnografi digital terhadap ribuan ulasan wisatawan, penulis mengembangkan kerangka konseptual yang memadukan Media Resonance Theory, Uses and Gratifications Theory, Actor-Network Theory, serta nilai lokal Tri Hita Karana.
Analisis terhadap sembilan destinasi ekowisata di Bali menghasilkan temuan tentang berbagai bentuk resonansi—emosional, kultural, kognitif, perilaku, dan visual—yang menjelaskan bagaimana suatu pengalaman wisata dapat menyebar, memengaruhi, dan menginspirasi audiens yang lebih luas.
Lebih dari sekadar kajian akademik, buku ini menawarkan model baru dalam memahami hubungan antara destinasi, wisatawan, dan platform digital sebagai sebuah ekosistem yang saling memengaruhi. Berbagai temuan orisinal, seperti The Core Paradox dan The Idris Effect, memberikan wawasan strategis bagi pengelola destinasi, pembuat kebijakan, akademisi, dan wisatawan untuk menciptakan praktik pariwisata yang berkelanjutan, autentik, dan berdaya resonansi tinggi di tengah dinamika dunia digital.