Buku ini bukan tutorial cara membeli Bitcoin. Ini adalah sebuah otopsi. Anwar menggunakan logika bisnis riil untuk membedah mengapa valuasi token sering kali tidak memiliki dasar ekonomi selain harapan bahwa akan ada "orang bodoh berikutnya" yang mau membeli lebih mahal. Temukan data mengejutkan tentang 7 juta token yang lahir di platform Pump.fun, di mana 98,6 persen produknya berakhir sebagai penipuan. Pelajari bagaimana influencer dibayar hingga puluhan ribu dolar untuk menjebak pengikut mereka dalam skema pump and dump, serta realita pahit pajak kripto di Indonesia yang memotong modal Anda baik saat untung maupun rugi. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk masuk ke dunia kripto, baca buku ini sebagai jaring pengaman sebelum uang Anda menguap menjadi angka digital.
Ibrahim Anwar, yang dikenal sebagai Hibranwar, adalah seorang pengusaha dan penulis yang bekerja di persimpangan teknik, bisnis, dan konten. Ia memiliki latar belakang Sastra Belanda dari Universitas Indonesia, namun jalur kariernya berkembang ke arah yang lebih teknis dan strategis.
Ia memulai dari bidang sales dan marketing, lalu beralih ke peran kepemimpinan di beberapa perusahaan. Saat ini ia terlibat dalam PT Arsindo Integrasi Pompa, PT Witanabe Integrasi Indonesia, dan PT Hibrkraft Kreasi Indonesia. Aktivitasnya berfokus pada pengembangan sistem, baik dalam konteks industri maupun distribusi informasi.
Sebagai penulis, ia telah menghasilkan ratusan publikasi digital. Pendekatannya terhadap menulis tidak berangkat dari ekspresi personal, tetapi dari kebutuhan untuk menyusun, menguji, dan mendokumentasikan cara berpikir. Ia melihat konten sebagai bagian dari sistem yang dapat membangun kehadiran jangka panjang jika disusun dengan konsisten.
Gaya tulisannya cenderung langsung dan fungsional. Ia menghindari narasi yang tidak perlu dan lebih memilih struktur yang jelas. Melalui karyanya, ia mengajak pembaca untuk memahami pola, bukan hanya menerima informasi.
Karyanya mencerminkan minatnya pada struktur, efisiensi, dan keberlanjutan. Ia menulis bukan untuk menjelaskan dirinya, tetapi untuk membangun sesuatu yang bisa digunakan dan dikembangkan lebih lanjut.