Pandangan Hidup Muslim

· Gema Insani
5 reviews
Ebook
282
Pages

About this ebook

Pandangan hidup adalah konsep yang dimiliki seseorang atau golongan masyarakat dalammenanggapi dan menerangkan segala masalah di dunia ini. Dengan demikian, pandangan hidup seorang Muslim harus mengacu pada Al-quran dan as-Sunnah dan didahului oleh semangat tauhid, yaitu meng-Esa-kan Allah dan menghambakan diri hanya kepada Allah.


Dengan tauhidlah dan berpegang teguh pada Al-quran dan as-Sunnah itulah seorang Muslim menghadapi masalah dan persoalan hidup. Hal ini tercermin dalam pendirian seorang Muslim ketika hidup di tengah masyarakat tercermin dalam kebudayaan yang tercipta, dan dalam usahanya mencari pengetahuan seluas-luasnya.

Buku ini berisi tentang perenungan yang membawa pencerahan bagi hati dan jiwa setiap Muslim tentang pandangan hidupnya atau konsep hidupnya. Sudahkan setiap Muslim benar-benar telah menjadikan Islam sebagai pandangan hidup, sebagai pedoman hidup.


Melalui pembahasan yang disampaikan, Buya Hamka ingin mengingatkan, hendaknya setiap Muslim telah memiliki pandangan hidup yang benar sehingga dapat menempatkan segala sesuatu di dunia dengan benar menurut pandangan Allah, baik meliputi persoalan sesama manusia maupun hubungannya dengan Sang Pencipta. Sebab telah terbukti seluas-luasnya pikiran manusia, ia akan sampai pada titik keterbatasannya. Sehebat-hebatnya manusia, ia mati dan meninggalkan segala kebanggaannya.


[Gema Insani] [Buya Hamka] [Hamka]

Pandangan hidup adalah konsep yang dimiliki seseorang atau golongan masyarakat dalammenanggapi dan menerangkan segala masalah di dunia ini. Dengan demikian, pandangan hidup seorang Muslim harus mengacu pada Al-quran dan as-Sunnah dan didahului oleh semangat tauhid, yaitu meng-Esa-kan Allah dan me...

Discover more

Ratings and reviews

5 reviews
Nurjanna Safitri Lubis
March 21, 2025
Buku yang pernah saya baca tenggelamnya kapal vander wijk. Ceritanya sangat memilukan, sampe berapa hari saya tidak tidur membacanya dirumah. Bantal saya sampai basah kuyup, menangis tersedu-sedu, namun orangbyang disamping saya lelap tidur. Namun pelajaran berharga yang saya petik yaitu jangan tinggi hati pada seseorang, utarakanlah niat baik dan komunikasi yang baik. Karena cerita tersebut hanya salah paham saja dan perbedaan budaya. Terimakasih buya Hamka yang jago dengan bahasa sastranya yang membuat penasaran untuk membacanya. Semoga saya bisa menguasai kata-kata indah dan enak didengar para pendengar. Salam sehat selalu buat buya dan sekeluarga agar bisa buat cerita lebih hebat lagi. ☺🙏
Did you find this helpful?

About the author

Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah gelar Datuk Indomo, pemilik nama pena Hamka (lahir di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia. Ia melewatkan waktunya sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Ia terjun dalam politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan, menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif dalam Muhammadiyahsampai akhir hayatnya. Universitas al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkannya gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo, Jakarta mengukuhkan Hamka sebagai guru besar. Namanya disematkan untuk Universitas Hamkamilik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia.

 

Seorang otodidak dalam berbagai bidang ilmu, Hamka tercatat sebagai penulis Islam paling prolifik dalam sejarah modern Indonesia. Karya-karyanya mengalami cetak ulang berkali-kali dan banyak dikaji oleh peneliti Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Tulisannya telah menghiasi berbagai macam majalah dan surat kabar. Yunan Nasution mencatat, dalam jarak waktu kurang lebih 57 tahun, Hamka melahirkan 84 judul buku. Minatnya akan bahasa banyak tertuang dalam karya-karyanya. Di Bawah Lindungan Ka'bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, dan Merantau ke Deli yang terbit di Medan melambungkan nama Hamka sebagai sastrawan. Ketiganya bermula dari cerita bersambung yang diterbitkan oleh majalah Pedoman Masyarakat. Selain itu, Hamka meninggalkan karya tulis yang menyangkut tentang sejarah, budaya, dan bidang-bidang kajian Islam.


Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah gelar Datuk Indomo, pemilik nama pena Hamka (lahir di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia. Ia melewatkan wa...

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.