Dengan memperkenalkan konsep carbon-output elasticity, buku ini menjelaskan kondisi ketika pertumbuhan AI dapat disebut berkelanjutan. Skala AI tidak cukup hanya efisien secara finansial; ia juga harus menunjukkan emisi yang tumbuh lebih lambat daripada output. Melalui formulasi fungsi energi, karbon, biaya, utilitas, serta dashboard Sustainable FinOps, buku ini menawarkan jembatan antara keputusan engineering dan akuntabilitas manajerial.
Buku ini relevan bagi akademisi, mahasiswa, praktisi teknologi, tim sustainability, auditor internal, dan pimpinan organisasi yang ingin memahami Green AI bukan sebagai slogan, tetapi sebagai sistem kontrol yang terukur, dapat diaudit, dan strategis.
Frengki Panangian Frengki Panangian merupakan penulis yang berfokus pada pengembangan gagasan Green-EOS sebagai kerangka integratif antara teknologi AI, efisiensi skala, Sustainable FinOps, dan tata kelola ESG. Biodata lengkap dapat ditambahkan sesuai identitas akademik dan kelembagaan penulis.
Blasius Dala Nai berkontribusi dalam pengembangan argumentasi konseptual mengenai hubungan Green AI, economies of scale, akuntansi karbon, dan sistem informasi manajerial. Biodata lengkap dapat disesuaikan kembali mengikuti data resmi penulis.
Dr. Eddy Setyanto merupakan penulis yang berkontribusi dalam penguatan sudut pandang tata kelola organisasi, akuntabilitas manajerial, dan implikasi praktis Green-EOS. Biodata lengkap, afiliasi, serta riwayat publikasi dapat dilengkapi oleh penerbit pada tahap finalisasi naskah.
Fatkhudin Muaziz merupakan salah satu penulis buku Green-EOS. Biodata lengkap, afiliasi, serta riwayat publikasi dapat dilengkapi berdasarkan data resmi penulis pada tahap finalisasi naskah.