dan diam-diam berharap semesta ikut mendengarkan degupmu?
Pernahkah kamu menunggu pesan… yang tak pernah dikirim?
Pernahkah kamu menangis karena rindu,
tapi bahkan tak tahu kepada siapa rindu itu harus disampaikan?
Kalau iya...
mungkin buku ini memang sedang menunggumu.
Cinta tidak selalu datang dengan penjelasan.
Ia tidak sopan mengetuk.
Ia datang tiba-tiba, merasuk diam-diam,
kadang hanya sebentar — tapi mengguncang segalanya.
Dan sering kali, ia pergi begitu saja.
Tanpa pamit. Tanpa alasan. Tanpa maaf.
Tapi anehnya, kita tetap menyebutnya cinta.
Bukan karena kita bodoh.
Tapi karena kita tahu:
ada hal-hal dalam hidup yang tak harus selesai untuk tetap berarti.
Buku ini tidak menjanjikanmu sembuh.
Ia tidak membawa teori.
Tidak akan menyuruhmu melupakan atau "melanjutkan hidup."
Ia hanya ingin duduk diam bersamamu…
di malam ketika kamu terlalu sunyi untuk menjelaskan perasaanmu sendiri.
Di sore yang lengang ketika kamu berharap,
ada seseorang yang menanyakan dengan lembut:
“Beth... kamu baik-baik saja, kan?”
Buku ini bukan kisah orang lain.
Ia ditulis dari serpih hati,
dari malam-malam yang sunyi,
dari luka yang tidak diumumkan,
dan dari cinta-cinta yang tetap tinggal meski tak pernah dimiliki.
Mungkin kamu tidak sedang mencari jawaban.
Mungkin kamu hanya butuh ditemani.
Dan jika di antara halaman-halaman ini,
kamu menemukan kalimat yang terasa seperti suaramu sendiri...
jangan kaget.
Endang Moerdopo