Produk Perlebahan: dalam Bidang Dermatologi, Venereologi, dan Estetika

· · · · · · · · · · · · · · · · · · · ·
· Universitas Brawijaya Press
1 review
Ebook
314
Pages

About this ebook

Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE) terus mendorong pencarian pendekatan terapeutik yang tidak hanya efektif dan aman, tetapi juga didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pemanfaatan bahan alami dalam pelayanan kesehatan, berbagai produk perlebahan kembali mendapat perhatian sebagai sumber senyawa bioaktif yang memiliki potensi besar dalam pencegahan, pengobatan, maupun perawatan berbagai kondisi kulit.

Buku “Produk Perlebahan dalam Bidang Dermatologi, Venereologi, dan Estetika” disusun sebagai referensi ilmiah yang membahas secara komprehensif berbagai produk yang dihasilkan lebah beserta relevansinya dalam praktik kedokteran modern. Buku ini tidak hanya mengulas konsep dasar apiterapi dan sejarah pemanfaatan produk perlebahan, tetapi juga menyajikan penjelasan mengenai jenis-jenis lebah sebagai penghasil berbagai produk alami yang memiliki karakteristik biologis yang berbeda. Selanjutnya, setiap produk perlebahan dibahas secara sistematis, mulai dari komponen bioaktif, aktivitas biologis, mekanisme kerja, hingga bukti ilmiah mengenai aplikasi klinisnya dalam bidang Dermatologi, Venereologi, dan Estetika.

Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE) terus mendorong pencarian pendekatan terapeutik yang tidak hanya efektif dan aman, tetapi juga didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pemanfaatan bahan alami dalam pelayan...

Discover more

Ratings and reviews

1 review

About the author

Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.KK (K), FINSDV, FAADV lahir di Malang 14 Agustus 1982. Penulis menjadi dokter spesiali kulit dan kelamin sejak tahun 2011. Kemudian penulis menyelesaikan Pendidikan Doctor dari Universitas Airlangga tahun 2015. Tahun 2018 mendapatkan gelar FINSDV (Fellow of Indonesian Society of Dermatology and Venereology), tahun 2020 penulis mendapatkan gelar konsultan dalam bidang dermatologi dan venereology, dan tahun 2021 penulis mendapatkan gelar FAADV (Fellow of Asian Academy of Dermatology and Venereology. Penulis saat ini bekerja sebagai Staf Pengajar FK Univ. Brawijaya Malang, Staf Medik Fungsional Kulit dan Kelamin dan Staf Pengajar Pasca Sarjana, Program S3, FK Univ. Brawijaya Malang, Sekretaris Clinical Research Unit (CRU) RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, Kepala instalasi promosi kesehatan RS Saiful Anwar Malang dan juga sebagai Pemilik eLBe Clinic dan Skin Level Clinic Malang. Penulis sangat aktif di beberapa penelitian, pengabdian masyarakat dan beberapa kegiatan orgaisasi seperti sebagaiPengurus KSMHI (Kelompok Studi Morbus Hansen Indonesia) Bidang Pendidikan, Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi Indonesia (PREDIGTI), Ketua KSDSI (Kelompok Studi Dermatologi Sosial Indonesia) dan juga sebagai pengurus IDI pusat bidang Media sosial dan edukasi masyarakat. Beberapa penghargaan yang penulis dapatkan seperti Piagam Penghargaan dari DPRD Kota Malang atas pengabdiannya kepada masyarakat, Penghargaan MURI Dermathon, 1st Winner Case Report Competition 14th Malang Continuing Urology Education (MCUE), juara Lomba Edukasi Kesehatan Tiktok RSSA, Lomba Podcast RSSA dan juga mendapat penghargaan sebagai dokter inspiratif di bidang entrepreneurship.. Beberapa buku yang telah dihasilkan penulis seperti Infeksi Menular Seksual, Penyakit Kusta Sebuah Perpeksitf Klinis, Intisari Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Manifestasi & Tatalaksana Kelainan Kulit & Kelamin pada Pasien HIV/AIDS, Buku Ajar Patofisiologi, Konsep Baru Skabies, Buku Komik Dokcil (Dokter Kecil) Langit & Bunga, Buku Problematika Kesehatan Perempuan dan Buku Beautu and The Beast ( Cara Mendapatkan Kulit Sehat Mulus Head to Toe). Selain itu penulis juga sangat aktif dalam memberikan edukasi di media sosial Instagram @dhelya_spkk.

DR. dr. Cashtry Meher, M.Kes., M.Ked(KK), Sp.DVE, MH.Kes., FINSDV adalah dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, akademisi, praktisi, klinisi, serta pemerhati ketahanan kesehatan nasional yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan, khususnya pencegahan stunting serta perlindungan perempuan dan anak di Indonesia. Kiprahnya mencakup pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan nasional. Ia menyelesaikan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen Administrasi Rumah Sakit, Program Pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi, Program Doktor Kesehatan Masyarakat di Universitas Sumatera Utara, serta Magister Hukum Kesehatan di Universitas Panca Budi. Kompetensinya juga diperkuat melalui berbagai fellowship nasional dan internasional di bidang akreditasi fasilitas kesehatan, mutu pelayanan kesehatan dan ilmu estetika medis. Dalam perjalanan profesionalnya, Dr. Cashtry aktif sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin di RSU Mitra Medika Premiere Medan serta pernah mengabdikan diri sebagai dosen pakar di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Ia juga dipercaya mengemban berbagai amanah di organisasi profesi dan institusi kesehatan, antara lain sebagai Kepala Bidang Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Pengurus Pusat dan Surveyor Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI), anggota Tim Pembelaan dan Pembinaan Anggota (P2A) PERDOSKI Pusat, Board of Experts Prasasti Center, serta Ketua Umum Yayasan Cahaya Peduli Semesta Indonesia (YCPSI). Sebagai akademisi dan penulis, Dr. Cashtry aktif menghasilkan berbagai publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional, terutama di bidang dermatologi, kesehatan masyarakat, stunting dan kebijakan kesehatan. Ia juga telah menulis sejumlah buku yang membahas stunting, kesehatan masyarakat dan pembangunan kesehatan Indonesia sebagai bentuk kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan penelitian, pendidikan, publikasi ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat, Dr. Cashtry terus berkomitmen mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Baginya, kemajuan ilmu kedokteran harus berjalan beriringan dengan inovasi, kolaborasi, serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sehingga mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, berorientasi pada pasien dan berkelanjutan.

Dr. Ir. Yuni Cahya Endrawati, S.Pt., M.Si. (NIP 198211092005012001) lahir di Temanggung pada 9 November 1982. Beliau merupakan dosen tetap dengan jabatan fungsional Lektor Kepala pada Departemen Ilmu Produksi dan TeknologiPeternakan (DIPTP), Fakultas Peternakan, IPB University, dengan bidang kepakaran “Teknologi Satwa Harapan dan Bioproduk”, khususnya pengembangan produk turunan serangga sebagai biomaterial. Pendidikan Sarjana ditempuh di Fakultas Peternakan IPB University (2000–2004) melalui penelitian mengenai kualitas telur persilangan ulat sutra Bombyx mori. Selanjutnya, beliau menyelesaikan pendidikan Magister (2010–2012) dan Doktor (2013–2017) pada bidang Biosain Hewan di IPB University dengan fokus penelitian pada ekstraksi protein serisin dan pemanfaatan serat sutra liar Attacus atlas sebagai biokomposit. Pada tahun 2021–2022, beliau menyelesaikan Program Profesi Insinyur di IPB University dengan fokus pada optimalisasi produksi dan hilirisasi ulat sutra nonmurbei untuk mendukung kemandirian industri serat sutra nasional.Aktivitas penelitian Dr. Yuni berfokus pada budidaya dan pemanfaatan serangga sebagai sumber biomaterial, pangan, dan pakan berkelanjutan. Dalam lima tahun terakhir, beliau memimpin berbagai penelitian mengenai rekayasa penetasan telur ulat sutra eri (Samia cynthia ricini) melalui pengaturan fotoperiod dan metode cryopreservation, bioekologi ulat sutra pada berbagai ketinggian, pengembangan galur sintetik dan optimasi proses degumming serat sutra, pemanfaatan tepung pupa ulat sutra sebagai pangan fungsional bagi penderita diabetes, pengujian madu dari berbagai sumber nektar terhadap hiperkolesterolemia, analisis karakteristik madu dan diversifikasi produknya, serta pengembangan sistem livestock urban farming berbasis zero waste. Hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam bentuk buka dan artikel ilmiah. Publikasi artikel ilmiah pada berbagai jurnal ilmiah bereputasi baik nasional maupun internasional, antara lain HAYATI Journal of Biosciences, PLOS ONE, Animal Bioscience, Egyptian Journal of Chemistry, Malaysian Journal of Microbiology, agriTECH, Serangga, Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, dan Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan. Publikasi dalam bentuk buku diantaranya Buku Ajar Teknologi Produksi Satwa Harapan, Teknologi Produksi dan Karakteristik Madu Indonesia, Buku Ajar Hasil Ternak: Modul Pengolahan Madu, Cricket Farming In Indonesia: Challenge and Opportunity, Genetic Erosion Amid Global Climate Change, dan Population Genetics. Selain aktif menghasilkan publikasi ilmiah, Dr. Yuni juga telah menghasilkan berbagai paten, hak cipta, dan merek dagang, di antaranya formula pakan berbasis ulat hongkong (Tenebrio molitor) untuk ayam petelur, formulasi biskuit berbasis pupa ulat sutra, metode seleksi dan optimasi galur sintetik ulat sutra nonmurbei, teknologi bio-coloring serat sutra eri berwarna dan berluminesensi, serta inovasi telur ayam buras tinggi omega dan vitamin E. Beliau juga memiliki merek dagang Mega Egg, Move Feed, dan Molipet. Atas kontribusinya dalam inovasi, beliau memperoleh penghargaan “116 Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif Tahun 2024” untuk pengembangan galur sintetik unggul dan teknologi serat sutra nonmurbei Samia cynthia ricini. Selain menjalankan tridarma perguruan tinggi, Dr. Yuni aktif sebagai narasumber, tenaga ahli, dan konsultan pada berbagai program pengembangan peternakan serangga, sertifikasi organik produk ternak terutama serangga (produk lebah), budidaya serangga, biomaterial, dan pemberdayaan masyarakat. Fokus riset beliau saat ini meliputi pengembangan serat sutra nonmurbei sebagai biokomposit dan biomaterial ramah lingkungan, pemanfaatan serangga sebagai sumber pangan fungsional, serta integrasi sistem peternakan urban farming untuk mendukung ketahanan pangan, dan kemandirian industri sutra nasional.

Khairuni Khumairah Harahap, S.Si., M.S., lahir di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, pada 12 Oktober 1986, sebagai anak ketiga dari almarhum Bapak H. Abdurrahim Harahap dan almarhumah Ibu Hj. Masto Dewani Sihombing. Penulis menyelesaikan pendidikan Sarjana Biologi pada Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatera Utara, pada tahun 2009. Pada tahun 2010, penulis melanjutkan pendidikan Magister Biologi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB University dan menyelesaikan program tersebut pada tahun 2013. Sejak tahun 2017 hingga pertengahan Juli 2022, penulis bertugas sebagai dosen di Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU). Pada tahun 2022, penulis diterima pada Program Doktor Biosains Hewan, IPB University, untuk melanjutkan studi dan penelitian di bidang biosains hewan. Selama program doktoral, penulis memperoleh dukungan pendanaan melalui Hibah Penelitian Disertasi Doktor (PDD) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi tahun 2024.

Dr. dr. Nurdjannah Jane Niode, Sp.D.V.E., Subsp.Ven., FINSDV, FAADV, adalah dosen pada Bagian Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sam Ratulangi, Manado. Penulis memiliki latar belakang keilmuan dalam bidang dermatologi, venereologi, dan entomologi kedokteran. Penulis menyelesaikan pendidikan dokter umum di FK Universitas Sam Ratulangi, Manado, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis Kulit dan Kelamin, yang saat ini dikenal sebagai Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di FK Universitas Indonesia, Jakarta. Penulis juga mengikuti program fellowship di University of Sydney. Dalam pengembangan kompetensi profesionalnya, penulis meraih gelar Subspesialis Venereologi dari Kolegium Dermatologi dan Venereologi Indonesia. Selain itu, penulis menyelesaikan pendidikan doktoral dan meraih gelar doktor pada Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi. Dengan latar belakang tersebut, penulis aktif dalam pengembangan ilmu, pendidikan kedokteran, pelayanan klinis, serta penelitian yang berfokus pada dermatologi, venereologi, dan entomologi kedokteran.

dr. Stephanie Lukita, Sp.DVE menyelesaikan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atma Jaya pada tahun 2017, kemudian menyelesaikan pendidikan spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2026. Selama masa pendidikan dan praktik profesionalnya, aktif mengikuti berbagai kegiatan ilmiah, pelatihan, serta penelitian yang berfokus pada kesehatan kulit dan kelamin, terapi regeneratif, dan estetika. Saat ini aktif memberikan pelayanan kesehatan, terlibat dalam kegiatan akademik dan penelitian, serta berkontribusi dalam penulisan publikasi ilmiah dan buku kedokteran.

Dr. dr. Fitria Agustina, SpDVE, FINSDV, FAADV, adalah seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, yang menyelesaikan pendidikan dokter umumnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2004. Beliau menyelesaikan pendidikan spesialis ilmu kesehatan kulit dan kelamin di Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2010 dan menyelesaikan Pendidikan S3 dalam bidang Anti Aging Medicine pada tahun 2022 dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Dr Fitria juga aktif dalam organisasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Saat ini beliau menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Sosial dan KerjasamaPengurus Pusat PERDOSKI periode tahun 2024-sekarang. Selain berpraktek sebagai dokter spesialis kulit dan kelamain, beliau juga sering diundang untuk menjadi pembicara baik ditingkat Nasional maupun di tingkat Internasional.

Dr. Melyawati Hermawan SpDVE, seorang praktisi kedokteran yang mendedikasikan dirinya pada dunia kesehatan dan edukasi medis. Mengawali kontribusi akademisnya sebagai dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, saat ini beliau mendedikasikan keahlian klinisnya dengan berpraktik di beberapa institusi kesehatan di Tangerang. Komitmennya pada dunia kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine) tercermin dari rekam jejaknya dalam mempublikasikan beberapa tulisan ilmiah di jurnal-jurnal kedokteran. Buku ini merupakan salah satu kontribusi beliau untuk menjembatani ilmu medis dengan kebutuhan kesehatan praktis masyarakat sehari-hari.

Dr. dr. Raendi Rayendra, SpDVE, M.Kes, FINSDV, FAADV, adalah dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika yang menekuni bidang dermatologi naturopati. Ia menyelesaikan pendidikan dokter, spesialis, sekaligus magister di Universitas Padjadjaran, Bandung, dan meraih gelar doktor bidang biomedis di IPB University. Selama lebih dari satu dekade, yaitu pada 2010 hingga 2024, penulis mengabdi sebagai dosen di Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Saat ini ia berpraktik sebagai klinisi di Rayendra Dermatology and Aesthetic Center, Bogor. Dedikasinya pada dunia keilmuan turut diakui melalui penghargaan Juara 2 Lomba Karya Ilmiah Penelitian PERDOSKI. Di lingkup organisasi profesi, penulis dipercaya sebagai Ketua Kelompok Studi Dermatologi Naturopati Indonesia dan Ketua ILUNI SpDVE Universitas Padjadjaran. Buku ini mengupas manfaat beragam produk lebah bagi kesehatan dan perawatan kulit; pada bab yang ditulisnya, penulis secara khusus membahas bee pollen dengan pendekatan berbasis bukti yang menjembatani kekayaan bahan alam dan praktik kedokteran modern.

dr. Gina Triana Sutedja, Sp.D.V.E., FINSDV is a boardcertified dermatologist and venereologist with more than ten years of clinical and academic experience in dermatology, venereology, and aesthetic medicine. She earned her medical degree and completed her Dermatology and Venereology residency at the Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran, Indonesia. dr. Gina Sutedja currently serves as a consultant dermatologist at RSUD Ciawi, Melania Hospital, Hermina Ciawi Hospital, and provides teledermatology services through Halodoc. Alongside her clinical practice, she is actively involved in medical education as a clinical lecturer for undergraduate medical students of Tarumanegara University, reflecting her passion for mentoring future physicians. Her primary areas of interest include allergy and immunology in dermatology, medical cosmetics, and evidence-based patient care. Throughout her career, she has been committed to integrating scientific knowledge with compassionate clinical practice, believing that patient education is an essential component of successful treatment outcomes.

Dr. dr. Shalina Sebayang, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV, lahir di Wamena pada 1 September 1973. Beliau menyelesaikan pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, kemudian melanjutkan pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (Sp.DVE) di Universitas Padjadjaran, Bandung dan memperoleh gelar Sp.D.V.E. pada tahun 2008. Saat ini, Dr. Shalina Sebayang menjabat sebagai Kepala Departemen Dermatologi, Venereologi dan Estetika di Primaya Hospital Tangerang, serta berpraktik sebagai dokter spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika di Erha Central Pondok Indah dan FBC Aesthetic & Revitalization Center, Gading Serpong. Di samping praktik klinis, beliau aktif melakukan penelitian di bidang dermatologi, khususnya mengenai senyawa bioaktif alami. Beliau juga berkomitmen dalam pengembangan pendidikan kedokteran melalui berbagai kegiatan ilmiah, webinar, dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Pada tahun 2025, beliau menyelesaikan pendidikan Doktor (Ph.D.) di bidang Ilmu Biomedis Veteriner di IPB University, Bogor. Selain menjalankan aktivitas akademik dan klinis, beliau juga aktif sebagai pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) serta berkontribusi dalam berbagai organisasi dermatologi di Indonesia.

Dr. dr. Linda Yulianti Wibowo, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV, lahir di Indonesia pada 19 Juni 1965. Beliau memperoleh gelar Dokter (dr.) dari Universitas Airlangga pada tahun 1988, sebelum menyelesaikan pendidikan spesialisasi Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Universitas Indonesia pada tahun 1996. Saat ini, Dr. Linda berpraktik sebagai dokter spesialis dermatologi konsultan di Rumah Sakit Abdi Waluyo, serta di ERHA Central Kelapa Gading dan Kemanggisan. Selain menjalankan praktik klinis, beliau juga menjadi dosen senior di Departemen Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara sejak tahun 2008. Beliau memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pendidikan kedokteran dan secara aktif berkontribusi melalui kuliah ilmiah, webinar, serta kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat. Pada tahun 2016, beliau memperoleh gelar Doktor (PhD) dalam bidang Ilmu Biomedik dari Universitas Indonesia. Sebagai anggota aktif Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi Indonesia (PERDOSKI), beliau secara rutin berkontribusi dalam organisasi dermatologi tingkat nasional maupun internasional, selain kiprahnya di bidang akademik dan klinis.

dr. Andira Hardjodipuro, Sp.D.V.E. adalah dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Beliau memiliki perhatian khusus pada kesehatan kulit serta pendekatan perawatan berbasis ilmu kedokteran yang holistik. dr. Andira aktif berperan dalam Kelompok Studi Dermatologi Naturopati Indonesia dan menaruh minat pada pemanfaatan bahan alam sebagai bagian dari upaya mendukung perawatan kulit yang aman dan berkelanjutan.

dr. Arlha Aporia Debinta, Sp.D.V.E adalah dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika yang menyelesaikan pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2024. Dr Arlha memiliki ketertarikan khusus pada bidang dermatologi estetik, tanam rambut, serta pengobatan regeneratif berbasis bukti. Dr Arlha merupakan anggotaPerhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) serta International Society of Hair Restoration Surgery (ISHRS) dan juga Kelompok Studi Naturopati Indonesia Melalui buku ini, dr. Arlha berharap dapat membagikan pengetahuan yang aplikatif, ilmiah, dan bermanfaat bagi para pembaca serta turut berkontribusi dalam pengembangan ilmu dermatologi dan estetika di Indonesia.

Dr. dr. Dian Pratiwi, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV, IFAAD menyelesaikan pendidikan dokter (S1) di Universitas Indonesia pada tahun 2000, kemudian menuntaskan pendidikan spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (S2) di universitas yang sama pada tahun 2005. Ia melanjutkan pendidikan Doktor Ilmu Biomedik (S3) di IPB University yang diselesaikan pada tahun 2025. Selain itu, ia merupakan Certified Clinical Aromatherapist (CCA) dari The School of Aromatic Studies, USA, pada tahun 2021. Dr. Dian saat ini berpraktik sebagai dokter SpDVE di Erha Central Kemanggisan dan Klinik Puspa sejak tahun 2005. Selain menjalankan praktik klinis, ia aktif sebagai trainer bagi para dermatolog dengan fokus pada laser/energy-based devices (EBD) dan injectable dalam dermatologi kosmetik, serta dikenal sebagai Key Opinion Leader dan trainer untuk berbagai laser/EBD. Ia memiliki minat khusus pada bidang laser/EBD, cosmeceuticals, aromaterapi, dan pendekatan naturopati dengan pemanfaatan bahan bioaktif alami, serta merupakan co-founder akun edukasi @id.derms. Sepanjang kariernya ia telah menghasilkan lebih dari 40 publikasi ilmiah dan berkontribusi sebagai co-contributor pada buku-buku kedokteran, di samping berdedikasi pada pendidikan kedokteran melalui kuliah ilmiah, webinar, dan workshop di tingkat nasional maupun internasional. Di samping aktivitas akademik dan klinis, Dr. Dian menjabat sebagai Wakil Sekretaris PP PERDOSKI (INSDV) sejak 2017 dan Sekretaris Kelompok Studi Dermatologi Naturopati Indonesia (KSDNI) sejak 2024, serta menjadi anggota berbagai kelompok studi INSDV lainnya (KSDKI, KSDLI, dan KSDAI). Di tingkat internasional, ia merupakan International Member American Academy of Dermatology (AAD/IFAAD) sejak 2008, serta anggota Asosiasi Peneliti Atsiri Indonesia (APAI) dan National Association of Holistic Aromatherapists (NAHA), USA, sejak 2021.

dr. Tomi Nugraha, Sp.D.V.E., lahir di Bandung, Indonesia, pada 14 Desember 1994. Beliau meraih gelar sarjana kedokteran dari Universitas Jenderal Soedirman pada tahun 2018 dan menyelesaikan pendidikan spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Universitas Padjadjaran pada tahun 2024. Saat ini, dr. Tomi berpraktik di Jakarta sebagai dokter spesialis Dermatologi, Venerologi, dan Estetika di Siloam Specialist Clinic Senayan dan Erha Derma Center Kemanggisan Raya. Beliau merupakan anggota aktif Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) serta aktif sebagai pengurus Kelompok Studi Tumor dan Bedah Kulit Indonesia (KSTBKI), dengan peminatan hair transplant. Praktik klinisnya diperkuat oleh berbagai pelatihan dan sertifikasi lanjutan di bidang bedah kulit. Fokus profesional dr. Tomi terletak pada bidang bedah kulit dan penyakit kulit inflamasi, yang dipadukan dengan komitmen mendalam terhadap riset klinis bersama mitra farmasi serta upaya peningkatan pengetahuan kesehatan kulit secara umum di masyarakat.

Riyana Noor Oktaviyanti, dr., M.Ked.Klin., Sp.DV Lahir di Banjarmasin, 17 Oktober 1989. Putri dari pasangan Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.PD, PhD dan Nurjenah S.Pd. Penulis Menyelesaikan Pendidikan sebagai dokter umum pada Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin pada tahun 2012, kemudian melanjutkan Pendidikan spesialis Kulit dan kelamin dan combine Degree Program di universitas Airlangga selesai pada tahun 2019. Saat ini sedang menjalani program doctor di Universitas Airlangga. Penulis aktif dalam beberapa organisasi seperti anggota Ikatan Dokter Indonesia Cabang Malang, Pengurus Bidang 3 Perdoski Cabang Malang, anggota Kelompok Studi Dermatologi Laser Indonesia, anggota Kelompok Studi Tumor dan Bedah Kulit Indonesia, dan Pengurus Bidang Pendidikan dan Penelitian Kelompok Studi Dermatologi Sosial Indonesia. Saat ini penulis bekerja Sebagai dokter spesialis Dermatologi dan venereologi di RSU Karsa husada batu, Menjadi dosen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin di Fakultas kedokteran UIN Malang dan bekerja di Klinik Diamond. Selain aktif dalam beroganisasi, penulis juga aktif sebagai narasumber diberbagai kegiatan ilmiah dan menjadi kontributor dalam penulisan buku IDI wilayah Jawa timur “Problematika Kesehatan Perempuan di tengah Pandemi COVID-19” dan Buku Beauty and The Beast (Cara Mendapatkan Kulit sehat dan Mulus Head to Toe). Penulis juga pernah mendapatkan Scholarship 24th World Congress of Dermatology. Milan, June 10-15th June 2019 dan menjadi pemenang LADS travel Grant The 24th Regional Conference of Dermatology (Asian-Australasian) and 45th annual meeting of the dermatological society of thailand 2020., mendapatkan peringkat 10 besar in Hair and Skin Research Grant pada tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Perdoski, Universitas Indonesia dan L’Oreal dan menjadi Juara II Peserta Terbaik Latihan Dasar CPNS Provinsi Jawa Timur tahun 2022.

dr. Diah Nugrahaeni, Sp.DVE., FINSDV lahir di Surabaya pada 22 Juni 1984. Beliau merupakan putri dari dr. H. Soedartanto dan Suharyati, B.Sc. Sejak menempuh pendidikan kedokteran, beliau menunjukkan minat yang besar dalam bidang Dermatologi, Venereologi, dan Estetika. Beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 2008, kemudian melanjutkan pendidikan dokter spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin di universitas yang sama dan menyelesaikannya pada tahun 2015. Sebagai bentuk pengembangan kompetensi profesional, pada tahun 2023 beliau memperoleh gelar FINSDV (Fellow of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology). Saat ini dr. Diah aktif memberikan pelayanan sebagai dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika serta ASN di Rumah Sakit Kemenkes Surabaya. Beliau juga bekerja di Rumah Sakit PHC Surabaya, serta Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Selain menjalankan praktik klinis, beliau juga berperan aktif dalam organisasi profesi. Beliau pernah menjabat sebagai Anggota Bidang I PERDOSKI Cabang Surabaya periode 2018–2021 dan selanjutnya dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang II (Pendidikan dan Profesi) PERDOSKI Cabang Surabaya periode 2021–2024. Beliau juga tergabung dalam berbagai kelompok studi, antara lain Kelompok Studi Dermatologi Anak, Kelompok Studi Tumor dan Bedah Kulit Indonesia, Kelompok Studi Dermatologi Infeksi, serta Kelompok Studi Dermatologi Sosial. Dalam bidang akademik, dr. Diah memiliki ketertarikan pada penelitian dan pengembangan ilmu Dermatologi. Salah satu karya ilmiahnya membahas Profil Enzim Secreted Aspartyl Proteinase (SAP) pada Isolat Pasien Kandidiasis Vulvovaginalis, yang kemudian turut dipresentasikan pada forum ilmiah internasional. Pada tahun 2016, beliau mewakili Indonesia sebagai presenter poster dan presentasi oral pada 22nd Regional Conference of Dermatology di Singapura. Melalui dedikasinya di bidang pelayanan, pendidikan, penelitian, dan organisasi profesi, dr. Diah Nugrahaeni terus berkomitmen memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu Dermatologi, Venereologi, dan Estetika serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Dr.dr.Ketut Kwartantaya Winaya, Sp.D.V.E., Subsp., Ο.Β.Κ., FINSDV, FAADV adalah seorang akademisi, peneliti, sekaligus dokter spesialis di bidang Dermatologi dan Venereologi (Kesehatan Kulit dan Kelamin). Lahir di Yogyakarta pada 20 September 1963, ia mendedikasikan sebagian besar perjalanan profesional dan akademisnya untuk mengembangkan ilmu kesehatan kulit serta mengabdi langsung kepada masyarakat. Langkah awal perjalanannya di dunia kedokteran dimulai di Universitas Udayana, tempat ia menyelesaikan pendidikan kedokteran umum pada tahun 1991. Ketertarikannya yang mendalam pada ilmu kesehatan kulit mendorongnya untuk mendalami spesialisasi di Universitas Hasanuddin, Makassar, hingga berhasil lulus sebagai dokter spesialis Kulit dan Kelamin (SpKK) pada tahun 1998. Haus akan ilmu dan komitmennya pada dunia akademik membawa Dr. Kwartantaya kembali ke Universitas Udayana untuk menempuh jenjang tertinggi, hingga ia meraih gelar Doktor (S-3) pada tahun 2014. Di ranah akademik, Dr.dr.Ketut Kwartantaya Winaya, Sp.D.V.E., Subsp., Ο.Β.Κ., FINSDV, FAADV mengemban amanah sebagai Lektor di Departemen Dermatologi dan Venereologi. Dedikasinya tidak hanya terbatas pada ruang kelas, melainkan tewujud nyata dalam produktivitasnya di bidang riset. Sepanjang kariernya, ia aktif melakukan berbagai penelitian klinis dan memublikasikan artikel ilmiah di berbagai jurnal nasional maupun internasional.Beberapa fokus kajiannya yang menonjol meliputi penanganan penuaan wajah (facial aging changes) menggunakan metode hyaluronic acid fillers, tata laksana kasus tumor kulit seperti keratoakantoma dan karsinoma sel basal, hingga eksplorasi infeksi jamur (onychomycosis) dan kusta. Kontribusi ilmiahnya juga diabadikan lewat kontribusi penulisan bab buku kedokteran internasional yang diterbitkan oleh penerbit ternama, Springer. Selain dikenal sebagai akademisi dan peneliti yang tekun, Dr.dr.Ketut Kwartantaya Winaya, Sp.D.V.E., Subsp., Ο.Β.Κ., FINSDV, FAADV adalah sosok yang memiliki empati tinggi terhadap isu-isu kesehatan di masyarakat. Hal ini tercermin dari keaktifannya dalam berbagai program pengabdian masyarakat. Ia rutin turun langsung dalam kegiatan bakti sosial, mulai dari memberikan edukasi pencegahan penuaan dini, perawatan kulit bagi kelompok menopause dan andropause, hingga terlibat aktif dalam upaya deteksi dini kecacatan dan pemberian bantuan bagi narakontak pasien kusta. Kepedulian sosialnya juga teruji saat ia ikut menjadi bagian dari tim penanggulangan dan bakti sosial peduli bencana di NTT. Melalui kombinasi keahlian klinis, kedalaman ilmu akademis, serta kepedulian sosial yang nyata, Dr.dr.Ketut Kwartantaya Winaya, Sp.D.V.E., Subsp., Ο.Β.Κ., FINSDV, FAADV terus konsisten memberikan kontribusi berarti bagi kemajuan dunia dermatologi di Indonesia, sekaligus memastikan bahwa ilmu yang dimilikinya dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

dr. I Putu Artana, M.Biomed., Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV. Lahir di Nusa Penida tanggal 30 Mei 1979, dan anak pertama dari dua bersaudara. Alumnus Universitas Udayana ini memulai Pendidikan Ilmu Kedokteran Umum sejak tahun 1997 hingga 2003. la diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Klungkung dan bekerja di Puskesmas Nusa Penida III pada tahun 2004-2009. la melanjutkan dan menyelesaikan spesialisasi di bidang Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin di Universitas Udayana pada tahun 2013. Saat ini ia bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung dan menjabat sebagai Kepala Kelompok Staf Medis (KSM) Kulit dan Kelamin. Beliau juga aktif sebagai Dosen Pendidik dari Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar, Mataram dan aktif menjabat sebagai Ketua Perdoski Cabang Denpasar. Owner Klinik Utama Dr. BPJ Dermatologist Skin Center merupakan dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika yang memiliki dedikasi tinggi dalam pelayanan kesehatan kulit. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, beliau aktif mengembangkan layanan dermatologi yang mengintegrasikan pendekatan ilmiah, teknologi terkini, dan pelayanan yang berorientasi pada pasien. Selain aktif memberikan pelayanan klinis, juga berkiprah dalam bidang akademik melalui berbagai penelitian dan publikasi ilmiah, khususnya mengenai penyakit kulit tropis, kusta, dermatologi sosial, dermatologi klinis, serta dermatologi estetika. Beliau juga rutin menjadi pembicara, moderator, maupun fasilitator pada berbagai seminar dan pertemuan ilmiah tingkat regional maupun nasional, serta aktif membimbing calon dokter dalam kegiatan ilmiah dan penelitian. Sebagai pemerhati kesehatan masyarakat, beliau memiliki perhatian besar terhadap upaya eliminasi kusta melalui deteksi dini, pengobatan yang tepat, serta pengurangan stigma dan diskriminasi di masyarakat. Melalui berbagai kegiatan pengabdian masyarakat dan edukasi kesehatan, beliau terus mendorong peningkatan literasi masyarakat mengenai kesehatan kulit. Dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, inovasi, dan pelayanan yang humanis, dr. I Putu Artana terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, serta peningkatan kualitas kesehatan kulit masyarakat Indonesia.

dr. Sri Awalia Febriana Master of Science dalam Epidemiologi Klinik, serta spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (Universitas Gadjah Mada), PhD (Universitas Groningen, Belanda). Bidang keahlian Awalia meliputi Dermatologi Okupasi, Dermato-Alergi, Imunologi, dan Autoimun. Beliau telah mempublikasikan banyak manuskrip pada jurnal internasional bereputasi tinggi di bidang keahlian tersebut. Saat ini, beliau merupakan peneliti dan dosen di Departemen Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran UGM. Beliau bertanggung jawab dalam pelayanan pasien sehari-hari, termasuk pasien BPJS di bangsal serta klinik Dermatologi Alergi, Imunologi, dan Autoimun di RSUP Dr. Sardjito, sebuah rumah sakit rujukan nasional. Beliau pernah diundang sebagai konsultan dalam kasus sengketa klaim BPJS di bidang Dermatologi dan Venereologi. Saat ini, Awalia menjabat sebagai Ketua Program Studi Subspesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika. Beliau merupakan Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia Cabang Yogyakarta dan aktif terlibat dalam Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia.

Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.KK (K), FINSDV, FAADV lahir di Malang 14 Agustus 1982. Penulis menjadi dokter spesiali kulit dan kelamin sejak tahun 2011. Kemudian penulis menyelesaikan Pendidikan Doctor dari Universitas Airlangga tahun 2015. Tahun 2018 mendapatkan gelar FINSDV (Fellow of Indonesian...

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.