Bea Hana Siswati adalah penulis yang tertarik pada ruang-ruang sunyi dalam hubungan manusia— tempat perasaan sering dipendam, disalahpahami, atau dianggap terlalu banyak. Ia gemar menulis tentang relasi yang tidak selalu tampak berisik di permukaan, tetapi menyisakan jejak psikologis yang dalam. Latar belakangnya di dunia pendidikan membuat Bea akrab dengan proses reϐleksi, mendengarkan, dan memberi bahasa pada pengalaman emosional yang sering sulit dijelaskan. Dalam tulisannya, ia percaya bahwa kedewasaan tidak selalu ditandai oleh keberhasilan mempertahankan hubungan, melainkan oleh keberanian untuk menetapkan batas dan memilih diri sendiri. Remote Control adalah karyanya yang mengeksplorasi persahabatan, luka masa kecil, dan dinamika kuasa yang sering tersembunyi di balik kata “aman”. Melalui cerita ini, Bea berharap pembaca merasa ditemani—bukan dinasihati—dalam memahami perasaan mereka sendiri. Saat tidak menulis, ia menikmati mengamati percakapan kecil, membuat catatan acak, dan percaya bahwa terkadang, diam adalah bentuk kejujuran paling berani.