Dalam pembahasan tentang kebajikan, Aristoteles menyoroti pentingnya kebajikan moral (seperti keberanian, keadilan, dan kesederhanaan) serta kebajikan intelektual (seperti kebijaksanaan dan pengertian). Ia menjelaskan bahwa kebajikan moral berkembang melalui kebiasaan dan latihan, sementara kebajikan intelektual dibentuk oleh pendidikan dan pengalaman berpikir. Aristoteles juga menekankan konsep “jalan tengah” (mesotes), yakni bahwa kebajikan terletak di antara dua ekstrem yang berlebihan dan kekurangan.
Aristoteles menegaskan bahwa kehidupan politik dan persahabatan juga merupakan bagian penting dari etika. Manusia adalah makhluk sosial, sehingga kebahagiaan tidak dapat dicapai secara terisolasi, tetapi melalui interaksi, kerjasama, dan persahabatan yang didasari kebaikan.
Etika Eudemia menggambarkan etika bukan hanya sebagai panduan pribadi menuju kebahagiaan, tetapi juga sebagai fondasi untuk kehidupan bersama yang adil dan harmonis.