Dalam buku Aceh: Kisah datang dan terusirnya Belanda dan jejak yang ditinggalkan ini, Anton Stolwijk menyusuri tapak jejak perang itu – jejak yang tidak hanya membawa pembaca menyelami kandungan catatan lama yang menguning dan kadang dilupakan, tetapi juga mengajak menelusuri Aceh pada masa sekarang dengan tinggalan historisnya.
Penelusuran jejak itu terwujud dalam kisah menarik dengan jalinan cerita yang apik didasarkan pada satu sisi antara fakta sejarah dan aktualitas, pada lain sisi antara penelitian dan jurnalistik. Kisah itu diceritakan di buku ini dalam bahasa yang mengalir.