Dokumen ini menyajikan etnomatematika sebagai pendekatan penting untuk mengkontekstualisasikan pembelajaran matematika, khususnya materi limit fungsi aljabar, dengan memanfaatkan Kearifan Lokal Pasuruan. Etnomatematika berfungsi sebagai jembatan antara matematika formal dan budaya lokal (seperti pola Batik Pasedahan Suropati, arsitektur Tengger, dan permainan tradisional), di mana praktik dan artefak budaya yang mengandung unsur iteratif, pengulangan, atau pendekatan dimanfaatkan sebagai analogi konkret untuk konsep limit. Pendekatan ini terbukti secara empiris efektif dalam meningkatkan minat, pemahaman konsep abstrak, serta mengembangkan Keterampilan Abad ke-21 (4C) siswa, meskipun implementasi optimal memerlukan pengembangan bahan ajar yang otentik, pelatihan guru yang memadai, dan dukungan sistemik untuk mengatasi tantangan kurikulum yang kaku dan risiko reduksi konsep.
Dokumen ini menyajikan etnomatematika sebagai pendekatan penting untuk mengkontekstualisasikan pembelajaran matematika, khususnya materi limit fungsi aljabar, dengan memanfaatkan Kearifan Lokal Pasuruan. Etnomatematika berfungsi sebagai jembatan antara matematika formal dan budaya lokal (seperti ...