Takhta Gelap Sang Primadona: Fiksi Dewasa: Skandal Kampus, Video Terlarang, dan Bangkitnya Ratu Manipulator

· Love Story Publisher
1 review
Ebook
402
Pages
Eligible

About this ebook

Orang-orang memanggilku dosen teladan. Di balik setelan blazer yang rapi dan tatapan berwibawa di mimbar kelas, aku adalah Rina Amalia—primadona kampus yang hidupnya tampak sempurna tanpa cela. Namun, sebuah kelengahan di masa lalu dan satu rekaman video terlarang mengubah duniaku menjadi neraka. Ketika ancaman pemerasan itu datang dari mahasiswaku sendiri, mereka pikir aku akan hancur. Mereka berharap aku berlutut, menangis, dan memohon belas kasihan agar karier dan masa depanku tidak diinjak-injak.

Mereka salah besar. Di kampus, aku mengajarkan Manajemen Strategis untuk memenangkan persaingan; di atas ranjang apartemenku yang remang, aku menggunakan ilmu itu pada level yang paling primal. Alih-alih menjadi korban yang ketakutan, aku membalikkan keadaan. Aku menjadikan tubuhku, desahanku, dan setiap kepura-puraanku sebagai senjata paling mematikan untuk menundukkan ego laki-laki mereka. Perlahan namun pasti, ancaman itu bermutasi menjadi ketundukan mutlak. Aku bukan lagi sekadar pendidik; aku adalah sang ratu manipulator yang membangun takhtanya sendiri di atas kerajaan dosa yang memabukkan.

🎓 Skandal Kampus yang Membakar: Dinamika kuasa yang memacu adrenalin, memadukan citra akademisi terhormat dengan gairah rahasia yang liar. 🔥 Eksplorasi Sensual Blak-blakan: Ditulis dari sudut pandang pertama (POV 1) yang intens, mengekspos setiap rintihan dan keputusasaan tanpa sensor. 🎭 Manipulasi Psikologis Tingkat Tinggi: Kisah women empowerment bernuansa gelap, di mana seorang korban pemerasan bangkit menjadi penakluk ego pria yang absolut.

Seberapa jauh kau berani mengubah ancaman kehancuran menjadi desahan kenikmatan? Masuklah ke ruang kelasku, buka halaman pertamanya, dan pelajari bagaimana sebuah kelemahan bisa menjadi senjata yang paling menggairahkan.

***“Otakku berteriak menyuruhku bangun. Bangun, Rina! Tampar dia! Marahi dia! Kamu dosen, kamu wanita berpendidikan, kamu punya tunangan! Tapi tubuhku... tubuhku mengkhianatiku.” (Bab 1, Hujan di Cipularang)

“Dosen Rina yang terhormat, kini tak lebih dari objek seksual bagi tetangganya sendiri. Aku menyilangkan tangan di depan dada, berusaha menutupi diri secara naluriah. ‘Jangan ditutupin,’ Kang Riko menepis tanganku lembut tapi tegas.” (Bab 2, Persinggahan di Padalarang)

“Dan entah kenapa, bukannya merasa kotor, aku justru merasa... hidup. Benar-benar hidup. Siap untuk menghadapi mahasiswa-mahasiswa baruku, dan siap untuk menyimpan sisi gelapku ini rapat-rapat di balik senyum dosen primadona yang anggun.” (Bab 3, Sarapan Pagi yang Keras)

“Statusku dosen terhormat, punya tunangan mapan, tapi malam ini aku tak lebih dari wanita yang harus memuaskan dirinya sendiri dengan karet silikon karena lelakinya tak mampu hadir.” (Bab 4, Dosen Baru Kampus Alamanda)

“Tanpa sadar, Fahri membayangkan bagaimana rasanya memiliki wanita seperti itu. Bagaimana rasanya memeluk tubuh sintal itu, mencium aroma lehernya yang wangi... ‘Astagfirullah...’ Fahri menepuk pipinya sendiri.” (Bab 5, Rivalitas Dua Mahasiswa)

“Saya tahu Ibu munafik. Dosen primadona... Dosen teladan... Cuih. Ibu tuh cuma pelacur yang bersembunyi di balik baju dinas.” (Bab 6, Video Terlarang)

“Di depan mahasiswa yang seharusnya kudidik moralnya, aku justru sedang bersiap menghancurkan moralku sendiri demi menyelamatkan sisa-sisa kehormatanku yang semu.” (Bab 7, Kesepakatan di Ruang Arsip)

“Tiga batang kemaluan yang menegang kini mengarah padaku. ‘Bu Rina...’ bisik Fuad, mendekatkan wajahnya ke wajahku. ‘Ibu pasti sering ngayal digilir kan? Di video itu Ibu desah-desah minta entot. Nah, sekarang dikabulin. Tiga sekaligus.’” (Bab 8, Tamu Tak Diundang)

“Citra Teh Rina sebagai dewi suci, sebagai malaikat penolong yang selama ini dipujanya, hancur berkeping-keping di lantai kelas kotor itu. Teh Rina bukan bidadari. Dia... dia wanita biasa. Wanita yang bisa dinikmati. Wanita yang punya nafsu.” (Bab 9, Mata yang Mengintip)

“Malam ini, aku belajar satu hal: Seks bisa menjadi senjata. Seks bisa menjadi alat untuk mengendalikan, bukan hanya untuk dikendalikan.” (Bab 10, Reuni yang Lapar)

“Mulai hari ini, Fahri si murid teladan sudah mati. Yang ada hanya Kang Fahri, pemangsa baru di rantai makanan ini.” (Bab 11, Jatuhnya Si Murid Teladan)

“Di saat mulutku sedang diperkosa oleh Fuad, tubuhku justru sedang dipuja oleh Fahri. Kontras ini membuat otakku korslet.” (Bab 12, Boneka Pemuas Nafsu)

“Fahri adalah mata rantai yang lemah. Dia adalah celah kehancuran mereka. ‘Kamu bilang kamu cinta sama Teteh, kan, Jang?’ bisikku pada bayanganku sendiri di cermin. ‘Kalau gitu, buktikan cintamu itu. Bakar dirimu sendiri demi Teteh.’” (Bab 13, Celah Kehancuran)

“Selamat datang di kelas remedial yang sebenernya, Fuad. Malam ini, saya dosennya. Dan kamu... kamu cuma alat peraga.” (Bab 14, Perangkap Sang Ratu)

“Ini namanya edging. Siksaan paling manis dan paling kejam. Membawa seseorang ke pintu surga, lalu membanting pintunya tepat di depan hidung mereka.” (Bab 15, Interogasi di Atas Ranjang)

“Dunia memang tidak adil. Tapi kali ini, ketidakadilan itu memihak padaku. Dan aku akan menikmatinya sampai tetes terakhir. Kurikulum baru ini... aku suka sekali.” (Bab 16, Kurikulum Baru)

“Pendidikan yang sesungguhnya adalah tentang bertahan hidup. Tentang siapa yang memegang kendali. Tentang bagaimana mengubah kelemahan menjadi kekuatan mutlak. Karena pada akhirnya, di dunia yang kejam ini, kau hanya punya dua pilihan: menjadi mangsa, atau menjadi pemangsa.” (Bab 17, Pelajaran Terakhir - Ending)

***

Orang-orang memanggilku dosen teladan. Di balik setelan blazer yang rapi dan tatapan berwibawa di mimbar kelas, aku adalah Rina Amalia—primadona kampus yang hidupnya tampak sempurna tanpa cela. Namun, sebuah kelengahan di masa lalu dan satu rekaman video terlarang mengubah duniaku menjadi neraka....

Discover more

Ratings and reviews

1 review

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.