Ketika batasan moral mulai memudar, Laras terseret semakin dalam ke sebuah eksplorasi sensual tanpa batas. Dari pelukan mantan kekasih yang tak pernah benar-benar ia lupakan, hingga godaan terlarang dari sosok pria yang masih memiliki pertalian darah dengannya. Semuanya terjadi dalam kerahasiaan mutlak di bawah bayang-bayang statusnya sebagai istri elit. Namun, Laras tidak tahu bahwa sang suami ternyata juga mengamati, dan pria itu menyimpan kejutan kelam serta sebuah perjanjian gelap yang akan memutarbalikkan semua norma pernikahan mereka.
Daya Tarik Utama Novel Ini:
• Kamuflase Pernikahan Elit: Mengupas tuntas kepalsuan, intrik, dan rahasia kelam di balik kehidupan pernikahan kaum konglomerat yang tampak sempurna di luar.
• Skandal Cinta Tabu yang Mendebarkan: Dinamika hubungan terlarang yang memacu adrenalin, memadukan gairah masa lalu dan hasrat terpendam yang menembus batas norma.
• Rahasia Suami yang Mengejutkan: Bersiaplah untuk sebuah plot twist psikologis yang akan memutarbalikkan segala tebakan dan ekspektasi Anda mengenai kesetiaan.
Apakah Laras mampu bertahan dalam mahligai penuh dosa ini, atau justru menemukan kebebasan sejatinya dalam permainan yang memabukkan? Jelajahi dunia penuh intrik dan gairah ini dengan membaca bukunya sekarang juga!
***
Aku butuh ini. Satu malam terakhir. (Bab 1: Jatah Terakhir Mantan)
Dia menjilat memekku yang sudah banjir, lidahnya menari-nari di klitorisku, sementara jemarinya dengan nakal memainkan lubang anusku, membuatku menjerit orgasme berkali-kali. (Bab 2: Pelampiasan Tanpa Kondom)
Aku mau kamu di dalam aku. Sekali ini aja. Aku mau jatah mantan. (Bab 3: Pelepasan di Dalam)
Ini bukan hanya tentang pernikahan; ini tentang pembuktian. Aku, Laras, si yatim piatu yang dibesarkan di desa, kini akan menjadi istri seorang pria kaya raya. (Bab 4: Kepulangan Sang Pengantin)
Fahri hanya menatap bayangan Laras yang menghilang di balik pintu, tangannya terkepal erat. Giginya bergemeletuk. Terlambat. Dia terlambat lima belas tahun. (Bab 5: Tatapan Sang Sepupu)
Gairah adalah binatang buas. Sekali kau melepaskannya dari kandang, kau tidak tahu siapa yang akan ia terkam lebih dulu. (Bab 6: Pijatan Berujung Ciuman)
Dia menjilatku. Fahri. Sepupuku sendiri. Menjilati memekku seolah itu adalah hal paling lezat yang pernah ia temukan. (Bab 7: Hasrat Terpendam 15 Tahun)
Dia menggenjot Laras dengan buas, menghujamkan penisnya dalam-dalam, melampiaskan semua obsesi, cinta, dan patah hati yang terpendam selama lima belas tahun. (Bab 8: Genjotan di Rumah Pakde)
Aku berjongkok di atas wajahnya. Dan aku melepaskannya. Cairan hangat dan deras itu mengalir, membasahi mulut dan pipinya. Dan dia menelannya. Dia meminum air kencingku. (Bab 9: Permintaan Jorok)
Kami tidak mengucapkan ‘selamat tinggal’ atau ‘sampai jumpa’. Kami hanya saling menatap, tahu bahwa sesuatu yang fundamental telah rusak dan berubah di antara kami selamanya. (Bab 10: Perpisahan di Terminal)
Aku terbaring di sana. Dalam kegelapan kamar mewah. Dalam balutan lingerie seksi. Di samping suamiku. Dan aku merasa begitu dingin. (Bab 11: Malam Pertama yang Dingin)
Aku syok. Tapi di balik syok itu, sebuah pintu baru terbuka. Pintu yang tadinya kututup rapat-rapat. (Bab 12: Kamuflase Sang Suami)
Aku adalah Nyonya Bramantyo. Istri yang sempurna di mata publik. Tapi di balik itu, aku adalah wanita paling bebas di Jakarta. (Bab 13: Restu Hubungan Terlarang)