Setelah sembilan tahun menjalin rumah tangga, akhirnya Kana memutuskan untuk menyerah. Masalah demi masalah yang selama ini menggerogoti rumah tangga mereka akhirnya berhasil meruntuhkan ‘rumah’ megah yang berusaha mereka bangun itu. Kana menggugat cerai suaminya, dan Yugo tidak tinggal diam.
“Kalau kamu mau pisah silakan, tapi jangan bawa Naomi.”
“Tapi aku ibunya!”
“Apa yang kamu punya untuk menghidupi Naomi? Aku nggak mau anakku hidup sengsara sama kamu.”
Ucapan Yugo bagaikan pisau yang menusuk jantung Kana. Serendah itukah kedudukan Kana di matanya?