Berangkat dari hal tersebut, buku ini berupaya menerjemahkan konsep Good Dairy Farming Practices (GDFP) agar lebih sesuai dengan konteks peternak rakyat Indonesia, baik dari sisi kelembagaan, kapasitas usaha, maupun kondisi sosial ekonomi lokal. Penulis menyadari bahwa upaya ini masih perlu terus dikembangkan melalui kajian dan pengalaman lapangan yang berkelanjutan.
Penulis merupakan putra asli Lampung yang lahir di Rajabasa Lama, 2 Oktober 1991. Pendidikan dasar hingga menengah atas-nya diselesaikan di Kabupaten Lampung Timur. Penulis menjalankan program Fast Track untuk jenjang S1 dan S2 di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada tahun 2010–2015, kemudian melanjutkan jenjang doktor di Universitas Brawijaya (2023), dan program profesi peternakan di Universitas Gadjah Mada (2025). Sejak tahun 2017 penulis telah mengabdi sebagai staf dosen di Unsoed dengan fokus kajian pada produksi ternak perah. Ia telah melaksanakan berbagai riset tentang nutrisi dan produksi ternak perah dan menghasilkan karya ilmiah pada jurnal nasional dan internasional. Hasil risetnya banyak diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di peternakan lokal. Ia juga pernah memiliki pengalaman sebagai tim penyusun Roadmap Pengembangan Sapi Perah Provinsi Jawa Tengah 2020 – 2024. Buku yang telah diterbitkan adalah “Buku Ajar Ilmu Ternak Perah” dan “Livestock Smart Farming: Peluang dan Tantangan di Indonesia”.
Penulis merupakan dosen tetap di Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya sejak tahun 1986 dan telah dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Produksi Ternak Perah. Di sela kesibukan mengajar, ia aktif melakukan pembinaan bagi peternak sapi dan kambing perah di Provinsi Jawa Timur. Fokus penelitiannya adalah mendalami manajemen produksi ternak perah serta aspek biomolekuler. Ibu dari empat anak ini telah menghasilkan empat karya buku, di antaranya: Produk Olahan Susu, Budi Daya 22 Ternak Potensial, Budi Daya Kambing dan Domba, Manajemen Reproduksi pada Sapi Perah, Pedoman Good Dairy Farming Practices (GDFP) pada Peternakan Sapi Perah, dan Genetika Molekuler dan Aplikasinya di Bidang Peternakan. Selain produktif menulis, ia juga dipercaya sebagai anggota tim perumus SNI Domba Sapudi dan Kambing Senduro. Bahkan telah berhasil merumpunkan Kambing Jelabrang Tulungagung. Kontribusi pakarnya mencakup tingkat nasional dan regional, yakni sebagai Tim Pakar Analisis Persusuan Indonesia di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, serta Tim Pakar Penyusunan Roadmap Sapi Perah di Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
Penulis merupakan dosen tetap di Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya sejak tahun 1985 dan Guru Besar di bidang Ilmu Manajemen Ternak Perah. Ia aktif mempublikasikan berbagai karya ilmiah di tingkat nasional maupun internasional, serta produktif menulis buku, di antaranya Aneka Ternak Perah, Mastitis pada Sapi Perah, Ekspresi Mastitis pada Sapi Perah, serta Metodologi Penelitian dan Karya Ilmiah Ilmu Peternakan. Kepakarannya berfokus pada manajemen ternak perah, kesehatan ambing, dan mastitis sapi perah, yang diwujudkan melalui berbagai penelitian aplikatif dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pendampingan peternak sapi perah, peningkatan kualitas susu, serta pengembangan manajemen pemeliharaan ternak yang berkelanjutan. Melalui kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian, ia terus berkontribusi pada pengembangan ilmu peternakan dan pemberdayaan masyarakat peternak di Indonesia.
Lahir di Banyuwangi pada 3 April 1962. Ia merupakan Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya dengan kepakaran di bidang bioteknologi reproduksi dan genetika ternak. Pendidikan sarjana diselesaikan di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya pada tahun 1986, magister bidang imunogenetik di Universitas Airlangga pada tahun 1992, serta pendidikan doktor bidang bioteknologi reproduksi ternak di Universita t Go ttingen, Jerman, pada tahun 1999. Pada tahun 2002–2003, ia menjalani program postdoctoral di University of Halle-Saale, Jerman, dengan fokus pada teknologi cloning dan genetika molekuler. Selama lebih dari tiga dekade, ia aktif sebagai akademisi, peneliti, dan pembimbing ilmiah di Universitas Brawijaya. Bidang penelitian yang ditekuni meliputi inseminasi buatan, transfer embrio, fertilisasi in vitro, cloning, ekspresi gen, hingga genetika molekuler ternak. Pada tahun 2018, ia mendirikan Laboratorium Genetika Molekuler Peternakan yang menjadi pusat berbagai penelitian dan publikasi ilmiah nasional maupun internasional. Selain menghasilkan ratusan karya ilmiah dan buku ajar, ia juga aktif dalam berbagai kerja sama akademik internasional serta pernah menjadi visiting professor dan scientific visitor di berbagai negara, antara lain Australia, Jepang, Taiwan, Thailand, Prancis, China, dan Malaysia. Ia juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya selama dua periode (2015–2023) dan aktif dalam berbagai organisasi profesi di bidang peternakan dan reproduksi ternak di Indonesia.
Penulis merupakan Guru Besar di Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya yang lahir di Probolinggo pada 23 Agustus 1959. Pendidikan sarjananya diselesaikan di Universitas Brawijaya, kemudian dilanjutkan dengan studi magister dan doktoral dalam bidang Ilmu Pangan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Dalam rekam jejak manajerialnya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Doktor Ilmu Ternak serta Wakil Dekan Bidang Akademik di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Pakar di bidang mikrobiologi pangan serta ilmu dan teknologi susu ini telah menghasilkan berbagai karya buku, seperti topik pemanfaatan propolis sebagai pelapis keju, rennin mikroba, mikotoksin, hingga strategi pengembangan UKM susu kambing. Ia telah melakukan berbagai riset dengan ratusan publikasi yang telah dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional. Atas kepakarannya, ia juga telah terlibat dalam berbagai kegiatan strategis pemerintah dan menyumbangkan berbagai transfer teknologi kepada masyarakat.
Penulis merupakan staf pengajar di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman yang memiliki kepakaran dalam bidang bioteknologi peternakan. Pendidikan sarjana dan magister diselesaikan di Universitas Diponegoro, di mana jenjang magister diraih melalui program Fast Track. Ia kemudian melanjutkan pendidikandoktoral di Universitas Gadjah Mada untuk memperdalam penguasaan keilmuannya. Saat ini ia merupakan Ketua Program Studi S1 Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Fokus risetnya banyak didedikasikan pada pemanfaatan bioteknologi untuk peningkatan kualitas dan produktivitas ternak. Selain aktif mempublikasikan karya ilmiah di berbagai jurnal, ia juga telah menerbitkan buku berjudul “Buku Ajar Ilmu Ternak Perah”. Ia juga pernah memiliki pengalaman sebagai tim penyusun Roadmap Pengembangan Sapi Perah Provinsi Jawa Tengah 2020 – 2024. Dedikasinya dalam dunia akademik diarahkan untuk mengakselerasi penerapan bioteknologi yang tepat guna serta inovasi teknologi bagi kemajuan industri peternakan nasional.